Polisi Amankan 86 Karung Gula Ilegal Malaysia

oleh
oleh

Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Jumat, mengamankan 86 karung gula pasir ilegal asal Malaysia, kata Kepala Bidang Humas Polda Kalbar, Ajun Komisaris Besar (Pol) Mukson Munandar. <p style="text-align: justify;">"Pada saat diamankan gula ilegal itu sudah dimasukkan dalam karung gula Indonesia dengan merek IGN di dalam rumah toko milik tersangka Jum (45) di Jalan Husein Hamzah, Kompleks Dwi Ratna Indah 3 Kecamatan Pontianak Kota," kata Mukson Munandar di Pontianak.<br /><br />Ia menjelaskan, terungkapnya pengoplosan gula ilegal berkat informasi masyarakat yang mencurigai aktivitas tersangka.<br /><br />"Berdasarkan informasi masyarakat, anggota kami langsung melakukan penggerebekan dan ternyata benar ada aktivitas ilegal di ruko milik tersangka," ujarnya.<br /><br />Kini tersangka Jum dan barang bukti sedang diamankan di Markas Polda Kalbar guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.<br /><br />Polda Kalbar menjerat hukum bagi pelaku importir gula ilegal dengan pasal tentang tindak pidana perlindungan konsumen pasal 62jo pasal 8, UU No. 98/1999, pasal 55 UU No. 77/1996 tentang Pangan dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara dan maksimal Rp5 miliar.<br /><br />Sebelumnya, Kapolda Kalbar Brigjen (Pol) Unggung Cahyono menyatakan, pihaknya memberikan atensi khusus bagi penanganan dan pencegahan penyeludupan gula di provinsi itu.<br /><br />"Siapapun pelakunya pasti akan kami proses sesuai dengan ketentuan yang ada," ujarnya.<br /><br />Ia menjelaskan, bentuk keseriusan itu dibuktikan dengan telah dilakukannya kerja sama antara Polda dan Kejaksaan Tinggi Kalbar yang siap melakukan koordinasi terkait penanganan proses hukum terhadap pelaku importir gula ilegal yang diamankan Polda.<br /><br />"Intinya koordinasikan dilakukan agar tidak ada lagi kasus-kasus untuk penanganan gula ilegal yang ditolak oleh kejaksaan karena tidak adanya koordinasi," ujarnya.<br /><br />Data Polda Kalbar, mencatat sepanjang tahun 2011 telah menangani 13 kasus dengan menahan enam tersangka dan ribuan ton gula ilegal asal Malaysia.<br /><br />Bupati Sanggau Setiman Sudin memperkirakan, 77 persen kebutuhan gula pasir yang ada di Kalbar dipasok dari perdagangan ilegal melalui pintu perbatasan.<br /><br />"Kebutuhan gula pasir Kalbar setiap bulan sekitar tujuh ribu ton atau setahun 84 ribu ton," ujarnya.<br /><br />Namun, lanjut dia, pasokan resmi berasal dari perdagangan antarpulau sebanyak 11 ribu ton per tahun dan impor baru sembilan ribu ton per tahun.<br /><br />"Jadi hanya sekitar 23 persen kebutuhan gula di Kalbar dipenuhi dari perdagangan legal, sisanya diduga dari perdagangan ilegal," ujarnya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>