Polisi Bekuk Buruh Pengedar 10 Paket Sabu-Sabu

oleh
oleh

Satuan Narkoba Polresta Banjarmasuin dari Unit I berhasil membekuk seorang buruh yang kedapatan di dalam rumahnya menyimpan dan memiliki narkotika jenis sabu-sabu. <p style="text-align: justify;">Kepala Satuan Reserse Narkoba Polresta Banjarmasin, Kompol Christian Ronny melalui Kepala Unit I, Ipda Pol Denny Catur di Banjarmasin, Senin mengatakan, tertangkapnya buruh tersebut karena hasil penyelidikan yang mana buruh tersebut sudah menjadi target operasi pihaknya.<br /><br />Penangkapan terhadap buruh beserta barang buktinya itu diketahui berinisial HD (53) warga jalan Teluk Tiram gang Ampera RT 30 Kelurahan Teluk Tiram Kecamatan Banjarmasin Barat Kota Banjarmasin.<br /><br />Selanjutnya, penangkapan terhadap HD yang sudah ditetapkan sebagai tersangka itu dilakukan pada Minggu (7/8) sekitar pukul 22.15 wita di tempat kediamannya di jalan Teluk Tiram Banjarmasin Barat Kota Banjarmasin.<br /><br />"Kita berhasil menangkap HD berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa di kediaman HD akan ada transaksi narkoba jenis sabu-sabu setelah di selidik ternyata benar dan langsung dilakukan penangkapan," ucapnya,.<br /><br />Dalam penangkapan HD saat hendak transaksi narkoba di depan rumahnya itu pihak Unit 1 Satuan Narkoba Polresta Banjarmasin juga berhasil mengamankan barang bukti sebanyak 10 paket yang terdiri dari dua paket seharga Rp500 ribu, lima paket Rp300 ribu, dua paket Rp250 ribu, dan satu paket sisa habis dipakai tersangka.<br /><br />Lanjut Denny, berdasarkan barang bukti yang ditemukan di rumahnya itu maka HD dengan terpaksa digiring ke markas Satuan Narkoba Polresta Banjarmasin di ruang Unit I untuk selanjutnya menjalani pemeriksaan dan penyidikan gunakan proses hukum.<br /><br />"Saat polisi menggerebek dan menggeledah rumah HD pihak kita berhasil menemukan 10 paket sabu-sabu didalam rumah yang terdapat di dalam dompet di pakaiannya yang tergantung itu," terangnya.<br /><br />Hasil penyidikan sementara pihak penyidik dari Unit I, HD dijerat dengan pasal 112 ayat 1 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara minimal empat tahun, maksimal 12 tahun dan denda minimal Rp800 juta, maksimal Rp8 miliar, jelas Denny.<br /><br />Sementara itu, HD mengakui bahwa ia membeli barang tersebut di wilayah Pekapuran Raya Banjarmasin Selatan ditempat RD sebanyak satu gram lebih seharga Rp1,8 juta dan kemudian sabu-sabu itu dipecah menjadi 10 paket yang bervariasi harga.<br /><br />Dari sepuluh paket tersebut, HD mendapat keuntungan dalam penjualan barang haram yang ia lakukan selama lebih kurang empat bulan itu, 10 paket bila habis terjual mendapatkan keuntungan sebesar Rp600 ribu.<br /><br />"Sabu-sabu itu saya beli seberat 1 gram lebih seharga Rp1,8 juta dan saya pecah menjadi 10 paket agar mudah jualannya, bila laris sepuluh paket itu maka saya akan mendapatkan keuntungan sebesar Rp600 ribu, tapi itu pupus keduluan ditangkap polisi," ungkap pria separuh baya yang memiliki dua orang anak itu sambil tertunduk malu. <strong>(phs/Ant)</strong></p>