Polisi Jaga Setiap Penyimpanan Soal UN

oleh

Kepolisian Daerah Kalimantan Barat menempatkan minimal satu aparat polisi untuk menjaga setiap gudang atau tempat penyimpanan soal-soal ujian nasional (UN) tingkat SMA/sederajat di provinsi itu, kata Kepala Bidang Humas Polda Kalbar, Ajun Komisaris Besar (Pol) Mukson Munandar. <p style="text-align: justify;">"Penempatan petugas kepolisian pada tempat penyimpanan soal UN tingkat SMA/sederajat, guna menjaga soal-soal itu agar tetap aman hingga sampai di sekolah-sekolah penyelenggara UN," kata Mukson Munadar di Pontianak, Minggu.<br /><br />Mukson menjelaskan, sebelumnya Polda Kalbar telah mengamankan proses pengiriman soal UN mulai dari bandara hingga ke tempat gudang penyimpanan, hingga ke penyimpangan di 14 kabupaten/kota.<br /><br />"Kemudian saat soal UN sudah di kabupaten/kota, pengawalan dan penjagaan tempat penyimpanan di lakukan oleh kepolisian resor, di tingkat kecamatan dilakukan oleh kepolisian sektor," ungkapnya.<br /><br />Kabid Humas Polda Kalbar menjamin, soal-soal UN tingkat SMA/sederajat aman hingga ke sekolah-skeolah penyelenggara UN.<br /><br />Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Alexius Akim menyatakan, pihaknya telah mendistribusikan soal-soal ujian tingkat SMA/sederajat dengan mengutamakan daerah terpencil, yang dibagi dalam beberapa jalur.<br /><br />Jalur 1 terdiri atas Kota Pontianak dan Kubu Raya, distribusi naskah ujian nasional dilakukan sehari sebelum pelaksanaan UN (H-1) atau, Minggu (14/4), kemudian jalur 2 terdiri atas Kabupaten Pontianak, Sambas, Singkawang, dan Bengkayang, pendistribusian dilakukan tiga hari sebelum pelaksanaan UN (H-3).<br /><br />Untuk, jalur 3 di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara dilakukan bersamaan dengan Jalur 4 yang terdiri atas Landak, Sanggau, dan Sekadau, yakni empat hari sebelum pelaksanaan UN (H-4), dan terakhir pendistribusian soal pada Jalur 5 terdiri atas Melawi, Sintang, dan Kapuas Hulu dilaksanakan lima hari sebelum pelaksanaan UN (H-5).<br /><br />Peserta UN tingkat SMA/MA 32.120 siswa dan SMK 11.925 orang.<br /><br />Pada jenjang MA, Akim menargetkan kelulusan di jurusan IPA 98,39 persen dan IPS 99,04 persen. Jenjang SMK, tingkat kelulusan ditargetkan 98,83 persen.<br /><br />Kriteria kelulusan, katanya, tidak ada perubahan atau masih seperti tahun lalu, yakni lulus dari satuan pendidikan, menyelesaikan seluruh program pembelajaran, dan mendapat nilai minimal baik saat penilaian akhir mata pelajaran.<br /><br />Selain itu, lulus ujian sekolah, lulus UN, dan nilai akhir UN memenuhi standar. <strong>(das/ant)</strong></p>