Polisi Tunggu Pemeriksaan Bpk Terkait Korupsi Bansos

oleh

Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Kalimantan Barat sedang menunggu hasil pemeriksaan kerugian negara oleh Badan Pemeriksa Keuangan RI untuk melanjutkan proses penyelidikan terhadap kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial pemerintah provinsi tersebut. <p style="text-align: justify;">"Kasus Bansos yang terjadi di Kalbar saat ini sudah memasuki tahap menunggu izin tertulis Presiden untuk pemeriksaan saksi dari mantan Gubernur Kalbar UJ dan mantan Ketua DPRD Z yang saat ini keduanya menjadi anggota DPR RI. Berdasarkan informasi yang kita dapat izin Presiden sudah mulai turun, namun kita masih menunggu hasil pemeriksaan BPK Kalbar untuk mendapatkan data lebih lengkap," kata Direktur Reserse dan Kriminal Khusus, Komisaris Besar (Pol) Bambang Priyambhada di Pontianak, Selasa.<br /><br />Menurutnya, Rabu (22/6) lalu pihaknya bertemu langsung dengan ketua BPK Kalbar dan melakukan diskusi terkait kasus tersebut. Berdasarkan hasil diskusi tersebut diketahui, kaitan antara orang dan dokumen dari kasus Bansos itu cukup banyak.<br /><br />"Namun kuncinya ada pada UJ dan Z dan kita masih belum bisa melakukan pemeriksaan terhadap mereka, makanya kita belum bisa memastikan siapa-siapa yang akan diperiksa," katanya.<br /><br />Diharapkan audit kerugian negara dari BPK Kalbar, dalam waktu dekat bisa keluar, sehingga proses yang lain bisa dilakukan.<br /><br />"Intinya kita ingin kasus Bansos dapat tuntas secara cepat dan tidak ingin berlarut-larut. Proses penyelidikan tetap terus berjalan sambil menunggu izin Presiden dan Gubernur kita dapatkan, serta tetap berkoordinasi dengan Mabes Polri," katanya.<br /><br />Diakuinya, penanganan kasus dugaan Korupsi dana Bansos sudah cukup lama berlangsung. Kali pertama ditangani Poltabes Pontianak. Polresta pada September 2009. Kemudian diambil alih Polda Kalbar tertanggal 30 Desember 2009.<br /><br />"Dan, 14 Januari 2010, BPK yang menemukan ada indikasi penyimpangan dana Rp22,14 dalam kasus Bansos KONI menyerahkan hasil auditnya ke KPK. Sebelum ditangani kembali Polda Kalbar," katanya.<br /><br />Sebelumnya, Poltabes Pontianak juga telah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang saksi yang termasuk dalam dugaan korupsi Bansos tahun anggaran 2006 – 2008 sebesar Rp22,14 miliar, seperti, bendahara nonaktif KONI Kalbar, Iswanto yang diduga merugikan negara Rp2,1 miliar.<br /><br />Ketua Umum KONI Kalbar pada 2004-2008 Usman Jafar yang juga Gubernur Kalbar periode 2003-2008. Ia kini menjadi anggota DPR RI periode 2009 – 2014 dari daerah pemilihan Kalbar.<br /><br />Sedangkan Ketua DPRD Kalbar periode 2004-2009 Zulfadhli juga terpilih sebagai anggota DPR RI periode 2009-2014. Ia merupakan Wakil Ketua Umum I KONI Kalbar periode 2004-2008. <strong>(phs/Ant)</strong></p>