Politeknik Kotabaru Lolos Kontes Jembatan Tingkat Nasional

oleh

Tim mahasiswa Politeknik Kotabaru, Kalimantan Selatan, berhasil lolos sebagai finalis pada ajang kontes jembatan tingkat nasional di Surabaya. <p style="text-align: justify;">Pembantu Direktur Politeknik Kotabaru Ibnu Fauzi, Selasa (29/03/2011), mengatakan, jembatan "Paris Barantai " Politeknik Kotabaru lolos dalam final kontes tingkat nasional pada acara yang bertajuk "Excellent brigde national competition civil expo 2011" yang diselenggarakan Institute Teknologi Sepuluh November Surabaya.<br /><br />Fauzi menjelaskan, dari 56 kontestan yang hadir dari perguruan tinggi se-indonesia, hanya 20 perguruan tinggi yang berhak bertanding setelah melalui seleksi ketat dari tim juri.<br /><br />Dari 20 perguruan tinggi itu, diantarnya, Universitas Gajah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), Politeknik Negeri Jakarta serta beberapa perguruan tinggi nasional ternama.<br /><br />Politeknik Kotabaru merupakan satu-satunya wakil perguruan tinggi di Kalimantan yang dapat lolos dalam seleksi tersebut.<br /><br />Rencananya, lanjut Fauzi, kontes jembatan itu akan diselenggarakan pada 2-3 April.<br /><br />Menurut Fauzi, Bupati Kotabaru H Irhami Ridjani sangat bangga dengan keberhasilan yang diraih Politeknik Kotabaru yang mampu lolos pada ajang bergengsi tersebut.<br /><br />"Atas nama pemerintah daerah, Bupati juga berjanji akan memberikan bantuan dana untuk biaya pemberangkatan tim ke Surabaya," ujarnya.<br /><br />Bupati juga memberikan bantuan dari kantong pribadi, atas keberhasilan tim Politeknik Kotabaru.<br /><br />Ia menambahkan, Bupati juga berjanji secara bertahap akan terus meningkatkan sarana dan prasarana Politeknik guna menunjang aktivitas di perguruan tinggi tersebut.<br /><br />Kontes jembatan merupakan kegiatan tingkat nasional kedua setelah kontes robot Indonesia yang pernah diikuti Politeknik Kotabaru.<br /><br />Sementara itu, tim Politeknik Kotabaru terdiri atas mahasiswa semester 4 dan 6 teknik sipil, diantaranya, M Yahdi Ansari, M Ikbal, Vicky Darmawan dan seorang dosen pembimbing Sugianto ST,yang juga Ketua Program Studi Teknik Sipil.<br /><br />Jembatan paris berantai akan tanding dengan peserta lain dengan materi penilaian, kekuatan beban, ringan bahan dan keindahan struktur.<br /><br />Ajang ini diharapkan dapat menanamkan kepercayaan diri pada mahasiswa bahwa mahasiswa dari daerah juga dapat bersaing dikanca nasional. <strong>(phs/Ant)</strong></p>