Polres Amankan 2300 Batang Kayu Jabon

oleh

Dengan alasan kesalahan administrasi, Polres Melawi menahan 2300 batang kayu jabon. Penahanan itu dilakukan pihak Polres di daerah Sungai Melawi pada Kamis 26 Januari 2017 pekan lalu. Hingga kini kayu yang sudah dipolisline itu masih berada di muara antara sungai Melawi dan Sungai Pinoh di Desa Tanjung Niaga. <p style="text-align: justify;">“Kesalahannya yang membuat kita mengamankannya karena SKT tempat ia menebang tidak ada di regalisir oleh Badan Pertanahan Nasional. Kemudian masih menggunakan SKAU, bukan menggunakan nota perjalanan,” kata Kasat reskrim Polres Melawi, Iptu Ketut Agus, ditemui di ruangan kerjanya, kemarin.<br /><br />Lebih lanjut ia mengaatakan, meskipun kayu tersebut diamankan, namun pihaknya belum menindak lanjuti dan belum berani mengatakan kalau penahanan kayu jabon tersebut karena terkait tindak pidana illegal loging. Sebab belum ada pemeriksaan dari pihak dinas kehutanan Provinsi.<br /><br />“Untuk yang jabon, kita menunggu Dinas Kehutanan Provinsi untuk mengecek lokasi penebangannya. Berjumlahnya 2300 kalau dilihat dari SKAU nya yang tidak berlaku lagi. Ini kita harus mengecek lokasi, kalau suratnya yang salah itu administrasi", jelasnya.   <br /><br />Namun, lanjut Kasat, jika hasil pengecekan itu nantinya kayu Jabon tersebut ditebang dari kebun sendiri artinya diluar dari kawasan hutan, maka akan dilepaskan dan dikembalikan ke pemiliknya. <br /><br />“Intinya bisa dikatakan pidana kalau diambil dikawasan hutan. Yang punya kayu itu Arbain Pas, yang ngambil dan menebangnya. Sementara yang beli itu si Wawan Usep orang Pontianak,” . <br /><br />Kayu dibawa dari tontang Kecamatan Serawai kabupaten Sintang, untuk di jual kepada pembeli dari Pontianak yang informasinya yang sudah memberikan DP pembelian kayunya.  <br /><br />“Kita juga sudah melayangkan surat kepada pihak  dinas kehutanan Provinsi kalbar, untuk turun kelapangan untuk mengeceknya,” pungkasnya. (Edi)</p>