Polres Balangan Kurangi Laka Lantas

oleh

Kepolisian Resor Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan, berupaya mengurangi angka kecelakaan di jalan raya dengan meningkatkan kesadaran masyarakat berlalu lintas. <p style="text-align: justify;">Kepala Unit Kecelakaan Kepolisian Resor Balangan Brigadir Suci Supriani di Paringin, Jumat, mengatakan pemasangan berbagai rambu lalu lintas sebagai peringatan kepada para pengguna jalan raya, cukup membantu dalam memberi peringatan pada pengendara.<br /><br />"Selain menggunakan pendekatan dan penyuluhan kepada masyarakat bahkan ke sekolah-sekolah, kita juga memasang rambu-rambu lalu lintas di berbagai median jalan, baik peringatan kepadatan penyeberang, tikungan, dan lainnya," ujarnya.<br /><br />Kesadaran masyarakat Balangan dalam berlalu lintas, ujar Suci, hingga saat ini bisa dibilang semakin meningkat. Hal itu ditunjukkan dengan tingkat kecelakaan di Balangan menurun cukup pesat sejak 2013 ke 2014.<br /><br />"Penurunan angka kecelakaan sebesar 50 persen didukung oleh kesadaran para pengguna jalan raya serta kehati-hatian para pejalan kaki di Balangan dalam menyeberang jalan," katanya.<br /><br />Suci menjelaskan pada 2013 tercatat 45 kecelakaan dengan rincian meninggal 23 orang, luka berat 15 orang, serta luka ringan 53 orang, sedangkan pada 2014 hanya 22 kejadian sejak Januari sampai saat ini.<br /><br />"Kasus meninggal dunia karena kecelakaan ada 12 orang, luka berat enam orang, luka ringan 14 orang, dan korban terbanyak remaja karena itu penyuluhan tentang tata tertib berlalu lintas terus ditingkatkan, khususnya di kalangan pelajar dan remaja," katanya.<br /><br />Suci mengatakan angka kecelakaan turun, namun ketertiban berlalu lintas di wilayah Balangan perlu ditingkatkan, sedangkan pengendara tetap harus mewaspadai daerah rawan kecelakaan.<br /><br />"Daerah rawan kecelakaan, di antaranya Jalan Ahmad Yani Kecamatan Batumandi, Lampihong mengingat kepadatan penduduk cukup tinggi dan banyak penyeberang jalan, termasuk jalan kabupaten di Kecamatan Paringin terdapat longsor," katanya.<br /><br />Kecepatan pengendara pada Jalan A, Yani yang merupakan jalur lintas Provinsi Kalimantan Selatan menuju Provinsi Kalimantan Timur serta Kalimantan Tengah dan Utara itu, kata Suci, rata-rata di atas 60 km/jam.<br /><br />"Yang sering itu karena kecepatan tinggi, apalagi ruas jalan di wilayah Balangan sepi dan terlihat lenggang, padahal kawasan tersebut padat penduduk, kini kami sudah memasang rambu-rambu peringatan," katanya.<br /><br />Ruas jalan dengan pengendara yang hanya berstatus hati-hati, yakni Jalan Ahmad Yani Kota Paringin, jalur menjadi satu karena adanya jalan longsor. Saat ini jalan tersebut dalam tahap perbaikan, terutama di depan kantor Dinas Pendidikan dan SMKN 1 Paringin.<br /><br />"Kami imbau dan beritahukan, bagi pengendara yang melintasi Balangan jangan memacu kendaraan terlalu kencang, karena struktur jalan naik turun sehingga proyek pengerjaan tak terlihat dari jauh," katanya.<br /><br />Faktornya penyebab kecelakaan lainnya, ujar Suci, adalah "human error" (kesalahan manusia), pengendara di bawah umur, kecepatan tinggi, mengantuk, serta kurang tanggap terhadap rambu lalu lintas. (das/ant)</p>