Kepolisian Resor Banjar Kalimantan Selatan akan mencanangkan desa bebas narkotika dan obat-obatan berbahaya sebagai upaya mencegah peredaran barang terlarang yang cukup marak merambah desa-desa di kabupaten itu. <p style="text-align: justify;">Kapolres Banjar AKBP Daru Cahyono melalui Kasat Resnarkoba AKP Juwarto di Martapura, Jumat mengatakan, pihaknya akan mencanangkan satu desa bebas narkoba dari 200 lebih desa di kabupaten tersebut.<br /><br />"Kami akan datang ke kecamatan dan polsek kemudian melihat kondisi desa yang akan dipilih sebagai desa bebas narkoba. Jika memenuhi syarat maka disampaikan ke kepala desa dan ditetapkan," ujarnya.<br /><br />Ditekankan, tujuan pencanangan desa bebas narkoba adalah menangkal peredaran dan penyalahgunaan setiap jenis narkotika dan obat-obatan yang cukup marak melanda desa-desa di kabupaten setempat.<br /><br />"Peredaran narkoba di Kabupaten Banjar bukan hanya di perkotaan tetapi merambah hingga perdesaan sehingga diperlukan upaya pencegahan yang lebih intens agar peredaran dan penyalahgunaan narkoba tidak makin marak," ucapnya.<br /><br />Ia mengatakan, desa yang akan dicanangkan menjadi desa bebas narkoba dilihat dari tingginya kasus peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayah setempat sehingga harus diambil langkah pencegahan.<br /><br />Disebutkan, beberapa desa sudah terindikasi marak peredaran dan penyalahgunaan narkoba di antaranya beberapa desa di Kecamatan Astambul dan desa-desa di kecamatan lain yang terdapat kasus narkoba.<br /><br />"Pengungkapan kasus narkoba di desa-desa pelakunya berasal dari berbagai kalangan dan jenis narkoba yang banyak beredar adalah obat daftar G seperti Zenith, Carminofen dan Dextro," ujarnya.<br /><br />Dikatakan, upaya penanggulangan peredaran dan penyalahgunaan narkoba bukan hanya melalui teknis dan strategi pengungkapan kasus tetapi juga lewat sosialisasi maupun langkah pencegahan lainnya.<br /><br />"Melalui pencanangan desa bebas narkoba, setiap individu diharapkan memiliki daya tangkal bagi diri maupun anggota keluarga agar bisa terhindar baik sebagai pemakai maupun pengedar narkoba," katanya.<br /><br />Ditambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan anggota polsek, tokoh agama dan tokoh masyarakat termasuk pengurus PKK dan organisasi yang terlibat dalam strategis mencegah peredaran narkoba di desa.<strong> (das/ant)</strong></p>


















