Home / Tak Berkategori

Polres Ketapang Akan Tindak Provokator

- Jurnalis

Kamis, 15 Maret 2012 - 18:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Kepolisian Resor Ketapang, Kalimantan Barat, Ajun Komisaris Besar (Pol) I Wayan Sugiri menyatakan akan menindak provokator yang mencoba memperkeruh suasana keamanan di kota tersebut. <p style="text-align: justify;">Pernyataan tersebut disampaikan Kapolres Ketapang dalam pertemuan dengan tokoh masyarakat setempat di Kota Ketapang, Kamis, menyikapi situasi di ibu kota Provinsi Kalbar, Pontianak.<br /><br />Menurut Kapolres, ia tidak segan menindak tegas oknum masyarakat yang melakukan provokasi kepada masyarakat lainnya. Selama ini Kabupaten Ketapang sudah kondusif dan kondisi tersebut harus tetap terjaga.<br /><br /> "Jangan ada yang mencoba memprovokasi, kami akan menindak tegas," katanya di depan tokoh masyarakat, di antaranya Ketua Front Pembela Islam (FPI) Ketapang, Dewan Adat Dayak dan pengurus Kerukunan antarumat beragama setempat.<br /><br />Kondisi Pontianak pada Kamis sempat terjadi unjuk rasa para pemuda Dayak yang memiliki kekerkaitan dengan peristiwa keributan penurunan spanduk yang bertuliskan penolakan FPI yang tertampang di asrama Pangsuma di Jalan Wahid Hasyim Kota Pontianak pada Rabu (14/3) siang.<br /><br />Keributan itu sebetulnya sudah dimediasi aparat kepolisian dengan dilakukan dialog antartokoh masyarakat, perwakilan pemuda Dayak dan FPI di markas Polresta Pontianak pada malam harinya.<br /><br />Sementara itu Kepala Bidang Humas Polda Kalbar, Ajun Komisaris Besar (Pol) Mukson Munandar menyatakan Kapolda Kalbar Brigjen (Pol) Unggung Cahyono mengimbau masyarakat Kalbar agar tidak terprovokasi dan memprovokasi.<br /><br />"Mengenai adanya unjuk rasa Pemuda Dayak yang menuntut FPI dibubarkan, Polda akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada pemerintah pusat. Karena untuk membubarkan ormas tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat," katanya.<br /><br />Polda Kalbar menurunkan sebanyak 100 personel Brigade Mobil untuk mendukung 100 personel Sabhara mengamankan situasi di Kota Pontianak. Mereka disebar pada sejumlah lokasi rawan seperti di jalan-jalan. Sementara Rumah Betang Panjang di Jalan Sutoyo Kota Pontianak dijaga personel dari Polresta Pontianak. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Berita Terkait

Solid Tanpa Voting, Tumpo Kembali Nahkodai PSMTI Melawi
Gandeng Pengusaha Nasional, Gubernur Dorong Realisasi Investasi Pendidikan dan Kesehatan
Harga Sembako Melejit Tajam, Bawang dan Cabai Picu Keluhan Warga Melawi
Polisi Turun Tangan! SPBU Disisir Ketat, Distribusi BBM Melawi Diawasi Total
Pemilik Warung Kopi di Pasar Melawi Klarifikasi Isu Penampungan Emas Ilegal
Jelang Ramadan, DPRD Melawi Minta Pengawasan Ketat Harga Sembako dan LPG
Ribuan Warga Meriahkan Pawai Obor Sambut Ramadan 1447 Hijriah di Melawi
Lembaga Adat Segel Tambang Diduga Ilegal Milik PT GUM, DAD Belitang Hulu Minta Aktivitas Dihentikan

Berita Terkait

Selasa, 17 Februari 2026 - 22:08 WIB

Solid Tanpa Voting, Tumpo Kembali Nahkodai PSMTI Melawi

Selasa, 17 Februari 2026 - 18:34 WIB

Gandeng Pengusaha Nasional, Gubernur Dorong Realisasi Investasi Pendidikan dan Kesehatan

Selasa, 17 Februari 2026 - 14:47 WIB

Harga Sembako Melejit Tajam, Bawang dan Cabai Picu Keluhan Warga Melawi

Selasa, 17 Februari 2026 - 14:12 WIB

Polisi Turun Tangan! SPBU Disisir Ketat, Distribusi BBM Melawi Diawasi Total

Selasa, 17 Februari 2026 - 12:54 WIB

Pemilik Warung Kopi di Pasar Melawi Klarifikasi Isu Penampungan Emas Ilegal

Berita Terbaru

Tumpo yang terpilih kembali secara aklamasi sebagai Ketua PSMTI Kabupaten Melawi. (Dedi Irawan)

Berita

Solid Tanpa Voting, Tumpo Kembali Nahkodai PSMTI Melawi

Selasa, 17 Feb 2026 - 22:08 WIB