Kepolisian Resor Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah meningkatkan pengamanan di semua jalur pintu masuk ke daerah tersebut untuk mencegah ke luar dan masuknya pelaku tindak kriminal. <p style="text-align: justify;">"Ada tiga pintu masuk ke Kotawaringin Timur yang kami perketat pengamanan dan pengawasannya, yakni jalur udara, darat dan laut," kata Kepala Kepolisian Resor Kotawaringin Timur, AKBP Abdul Hasyim, di Sampit, Jumat. <br /><br />Diperketatnya pengamanan pada tiga jalur pintu masuk ke Kabupaten Kotawaringin Timur itu sebagai upaya untuk mencegah ke luar dan masuknya pelaku tindak kriminal, katanya. <br /><br />Ia mengatakan, masih ada sejumlah pelaku tindak kriminal yang hingga sekarang belum tertangkap, salah satunya adalah pelaku perampokan Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank Danamon Sampit. <br /><br />Meski telah mengantongi sketsa wajah dan ciri-ciri pelaku hingga saat ini polisi masih belum berhasil meringkus perampok tersebut. <br /><br />Menurut Hasyim, sulitnya mengungkap pelaku perampokan di KCP Bank Danamon pada 6 Januari 2011 lalu karena bank tersebut tidak dilengkapi dengan Closed-Circuit Television (CCTV). <br /><br />?Pelaku perampokan kami duga ada empat orang dan ciri-ciri salah satu perampok itu hidungnya mancung, warna kulit seperti warga keturunan,? katanya. <br /><br />Sketsa wajah pelaku perampokan KCP bank Danamon Sampit sekarang telah disebar ke seluruh Kepolisian Sektor (Polsek) maupun kepolisian luar wilayah Kotawaringin Timur. <br /><br />Dirinya juga mengaku belum menemukan titik terang, kawanan perampok terbilang ahli dan terlatih dalam menjalankan aksinya dan ada dugaan, sebelum menjalankan aksinya kawanan perampok itu telah menyurvei lokasi tersebut. <br /><br />?Modusnya hampir sama dengan kejahatan sebelumnya di wilayah lain beberapa waktu lalu. Namun kami masih mendalami apakah perampok ini terlibat dalam komplotan pelaku sebelumnya atau penjahat baru dan hal itu belum kami kaitkan,? ucapnya. <br /><br />Polisi belum lama ini, yakni pada Rabu (2/1) pukul 21.30 WIB juga berhasil mengamankan dua pelaku perampokan di Lampung, namun pihaknya masih belum bisa memastikan mereka ada kaitannya atau tidak dengan perampokan KCP Bank Danamon Sampit karena masih dalam tahap pemeriksaan. <br /><br />Kedua Perampok tersebut bernama Ali dan Paryono warga Sampit yang lama tinggal di Lapung, di gerebek polisi di rumah kontrakannya gang Alfalah pasar sejumput, mereka memiliki satu pucuk senjata api jenis FN standar TNI. <br /><br />"Ciri-ciri kedua tersangka itu hampir mirip dengan pelaku perampokan KCP Bank Danamon sekarang tinggal menunggu hasil pemeriksaan kalau memang nantinya ada kaitannya dengan perampokan KCP Bank Danamon Sampit maka tinggal melakukan pengembangan untuk memburu pelaku lainnya," kata Hasyim menjelaskan. <strong>(das/ant)</strong></p>

















