Kepolisian Resor Landak memprioritaskan penindakan terhadap upaya penyelundupan termasuk gula pasir dalam rangka menerapan Undang – Undang tentang Perlindungan Konsumen dan Pangan. <p style="text-align: justify;">"Penindakan gula asal Malaysia salah satu atensi Kapolri. Jadi menjadi prioritas kita dalam melakukan penindakan karena berdasarkan hasil laboratorium, gula Malaysia yang kita tangkap bukan untuk dikonsumsi langsung, tapi untuk makanan seperti permen, sirup dan lainnya," kata Kepala Kepolisian Resor Landak, AKBP Firman Nainggolan di Ngabang, Selasa.<br /><br />Menurut dia, gula asal Malaysia yang dibawa para oknum pedagang di Indonesia khususnya di Kalbar masih harus diolah ulang di pabrik.<br /><br />Ia melanjutkan, efeknya tidak dirasakan langsung. Secara syarat kesehatan sesuai penelitian Dirreskimsus Polda Kalbar dan kesehatan, bahwa gula tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan.<br /><br />"Kami mengimbau, masyarakat lebih baik menggunakan produksi negeri sendiri yang sudah terjamin kesehatannya, dan mendukung produksi dalam negeri. Jadi kita mengacu dasar penerapan Undang-Undang tentang Perlindungan konsumen dan UU masalah pangan," tegas Nainggolan.<br /><br />Ia mengatakan, UU tentang Perlindungan Konsumen ditetapkan untuk melindungi keamanan makanan masyarakat.<br /><br />Ia menambahkan, tidak hanya gula tetapi makanan lainnya yang kadar di dalamnya tidak dijamin keamanan kesehatannya untuk dikonsumsi tentu akan ditindak secara tegas.<br /><br />"Selama ini pedagang tidak membiasakan pasokan gula dalam negeri, tapi malah memperdagangkan gula luar negeri, sehingga ketika ada penindakan hukum, mereka merasa kesulitan mendapatkan pasokan, padahal gula dalam negeri banyak," ungkap Nainggolan.<br /><br />Ia juga membantah gula di pasaran langka sejak ada penertiban atau pengamanan gula asal Malaysia.<br /><br />Pihaknya sudah memonitor bahwa stok gula lebih cukup seperti di toko-toko swalayan.<br /><br />"Justru maraknya gula Malaysia berdampak gula Indonesia tidak laku. Karena selama ini pedagang tidak membiasakan pasokan gula dalam negeri tapi malah memasok gula luar negeri," ujar Nainggolan. <strong>(phs/Ant)</strong></p>















