Polres Melawi dan SubDenpom Gelar Razia Pekat

oleh

Puluhan aparat gabungan Polres Melawi dengan Sub Detasemen Polisi Militer (Denpom) Melawi kembali mengelar razia penyakit masyarakat (Pekat) di Kota Nanga Pinoh kesejumlah cafe remang-remang maupun ditempat-tempat yang dicurigai sebagai tempat mesum seperti di kawasan Kantor Bupati Melawi yang baru. <p style="text-align: justify;">Operasi razia tersebut dipimpin KBO Intelkam Polres Melawi Ipda D.M. Panjaitan didampingi Komandan Sub Denpom Kodam XII Tanjungpura Kabupaten Melawi Lettu. CPM. A. Harahap, SE. <br /><br />Pelaksanaan razia gabungan ini tidak dihadiri personil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Melawi padahal sebelumnya sudah diundang untuk dilibatkan gelar razia. <br /><br />Dalam razia yang tak diikuti oleh Satpol PP ini, aparat kembali mengamankan satu pasang mesum bukan suami isteri dari kawasan Kantor Bupati Melawi yang baru dan empat orang penghuni café remang-remang yang tidak mempunyai identitas lengkap. <br /><br />Empat orang tersebut diamankan dari café remang-remang lingkungan terminal Sidomulyo dan dari cafe remang-remang Jalan Sirtu. Enam orang yang diamankan aparat ini digiring ke Polsek Nanga Pinoh untuk didata. <br /><br />Salah satu target aparat dalam razia tersebut adalah tempat prostitusi Simpang Tiga (Simpati) Desa Tanjung Tengang, namun ketika aparat bergerak kesana tidak membuahkan hasil karena tak satu pun café-café yang beraktivitas alias tutup. Café-café tutup diduga karena razia sudah bocor. <br /><br />KBO Intelkam Polres Melawi Ipda D.M. Panjaitan, ditemui usai gelar razia itu di Polsek Nanga Pinoh mengatakan, satu pasangan bukan suami isteri yang terjaring razia dan empat orang lainnya tersebut diamankan untuk melakukan pendataan dan diberikan pembinaan lebih lanjut dan dikembalikan kepada orang tuanya. Kata Panjaitan, mereka yang digiring ke Polsek Nanga Pinoh karena tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). <br /><br />Pihaknyaa pun meminta terlebih kepada penghuni café remang-remang yang tidak memiliki KTP agar segera membuat KTP, karena kalau ada sesuatu kejadian yang tidak diinginkan memudahkan aparat kepolisisn untuk melacak. Panjaitan mengaku bakal terus menerus melakukan razia di kawasan Nanga Pinoh. <br /><br />“Itu semua dilakukan guna memberikan efek jera, serta memberikan suasana yang aman dan kondusif di lingkungan Kabupaten Melawi. Kita menghimbau kepada pengusaha café remang-remang agar aktivitas operasinya maksimal sampai pukul 24.00 WIB saja,” Imbau Panjaitan.<br /><br />Sementara itu, Capai (18) asal Kabupaten Sanggau, salah seorang penghuni café remang-remang yang diamankan dari Jalan Sirtu ditemui di Polsek Nanga Pinoh, mengaku dirinya terjun bekerja sebagai pelayan atau bekerja di café remang-remang karena himpitan ekonomi keluarga. Dia mengisahkan, dirinya bekerja dicafe remang-remang baru sekitar 2 minggu ini dan berpenghasilan setiap malamnya apabila sepi pengunjung para sihidung belang hanya kisaran Rp. 50 ribu. <br /><br />“Saya dapat fee dari bos hanya Rp 20 ribu per satu botol minuman beer yang terjual,” akunya.<br />Dia juga mengakui, bahwa pekerjaan yang digeluti saat ini telah mendapat restu dari orang tuanya, yang penting tidak berbuat macam-macam.<strong> (ek/kn)</strong></p>