Polres Sanggau Amankan 10 Ton Gula Ilegal

oleh

Kepolisian Resor Sanggau,Kalimantan Barat, mengamankan 200 karung masing-masing karung berisi 50 kilogram gula pasir ilegal asal Malaysia, yang dimuat dalam sebuah truk, kata Kepala Kepolisian Resor setempat AKBP Donny Charles. <p style="text-align: justify;">"Gula yang diduga berasal dari Malaysia itu, kami amankan di kawasan Simpang Tanjung, Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau, yang dibawa menggunakan truk KB 9665 DA, yang dikemudikan YS," kata Donny Charles saat dihubungi di Sanggau, Kamis.<br /><br />Ia menjelaskan, diamankannya 200 karung gula ilegal tersebut, oleh anggota Polres Sanggau, saat truk pengangkut gula itu melewati Pos PJR Polda Kalbar, di Simpang Tanjung Sosok, Sanggau.<br /><br />Ia menyatakan akan tetap konsisten menindak segala upaya memasukan barang asal negeri jiran secara ilegal. Langkah itu tentunya harus mendapatkan dukungan semua elemen yang ada.<br /><br />"Kami tidak akan kompromi dengan berbagai tindakan melawan hukum di wilayah Kabupaten Sanggau, termasuk fokus pada upaya memasukan gula asal Malaysia melalui wilayah perbatasan, Pos Pemeriksaan Lintas Batas (PPLB) Entikong, Sanggau," ujarnya.<br /><br />Saat ini, tersangka YS dan barang bukti truk serta 200 karung gula ilegal diamankan di Mako Polres Sanggau.<br /><br />Tersangka bisa diancam dengan pasal tentang tindak pidana perlindungan konsumen pasal 62 jo pasal 8, UU No.98/1999, pasal 55 UU No.77/96 tentang Pangan dengan ancaman maksimal lima tahun penjara dan denda paling besar Rp5 miliar, katanya.<br /><br />Dalam kesempatan itu, Kapolres Sanggau mengimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama mencegah masuknya barang-barang ilegal dari Malaysia ke Sanggau atau Kalimantan Barat umumnya.<br /><br />"Kalau masyarakat ada melihat atau mendengar akan ada aktivitas ilegal, segera laporkan kepada pos polisi terdekat, sehingga kami bisa secepatnya bisa melakukan pencegahan dan penegakan hukum kepada siapa saja yang melanggar hukum tersebut," ujarnya. (das/ant)</p>