Polres Seruyan Bekuk Bandar Pil Koplo

oleh

Satuan Narkoba Polres Seruyan, Kalimantan Tengah, berhasil membekuk Fauji (26), warga Kota Kuala Pembuang yang diduga bertindak sebagai bandar pil koplo jenis Carnophen (Zenith). <p style="text-align: justify;">"Tersangka ditangkap di rumahnya Jalan AIS Nasution pada, pukul 21.00 WIB dua hari lalu," kata Kasat Resnarkoba Polres Seruyan IPTU Sarwani di Kuala Pembuang, Rabu.<br /><br />Ia mengungkapkan, penangkapan Fauji ini dilakukan setelah petugas mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa tersangka merupakan bandar pil koplo. Berbekal informasi tersebut pihak Resnarkoba kemudian mengirim petugas yang berpura-pura bertindak sebagai pembeli.<br /><br />Namun, dari tangan tersangka petugas hanya berhasil mendapatkan barang bukti berupa satu keping atau 10 tablet Carnophen.<br /><br />Meski demikian setelah melakukan penggeledahan di rumah tersangka, petugas mendapatkan 139 lembar plastik bening bertuliskan Zenith Pharmaceuticals berwarna merah bekas pembungkus Carnophen, 127 lembar pembungkus obat Carnophen yang terbuat dari aluminium foil warna silver dan uang Rp190 ribu, yang diduga sebagai hasil penjualan pil koplo.<br /><br />"Melihat barang bukti yang kita temukan, memang diduga kuat tersangka ini memang merupakan pengedar, dan ia merupakan target lama juga," katanya.<br /><br />Dari hasil pengakuan tersangka kepada penyidik terungkap bahwa bisnis penjualan Zenith itu telah dilakoninya selama lebih dari satu tahun karena tergiur untuk yang lumayan besar, dari setiap box Zenith yang berisi 10 keping, tersangka mendapat keuntungan Rp100 ribu.<br /><br />"Setiap hari ia mampu menjual satu box yang berisi 10 keping Zenit, untungnya Rp100 ribu," katanya.<br /><br />Ia menegaskan bahwa Carnophen tergolong obat keras atau daftar G yang dijual terbatas dan harus dengan resep dokter serta harus dijual disertai dengan izin dari pihak berwenang.<br /><br />"Karena itu, pelaku ini kami jerat dengan Pasal 197 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara," katanya. (das/ant)</p>