Jelang kenaikan harga BBM yang direncanakan akan diberlakukan pada 1 April mendatang, jajaran kepolisian makin gencar melakukan razia dan penertiban BBM. <p style="text-align: justify;">Pada razia penertiban BBM yang digelar Polres Sintang Rabu (14/03/2012), 25 jerigen kosong, 7 tangki siluman, 6 kerangjang dan ratusan liter BBM jenis solar dan premium berhasil di sita. Razia yang dipimpin langsung oleh Kapolres Sintang, AKBP Oktavianus Martin ini mengamankan sejumlah barang bukti dari dua lokasi, yaitu di sekitar SPBU Melawi Rimur KM 4 dan SPBU Abang Adek di KM 7 Jln. MT.Haryono.<br /><br />“Selain tangki siluman dan jerigen untuk menampung BBM, kita juga mengamankan BBM jenis solar sebanyak 170 liter dan 700 liter jenis bensin,”ungkap Kapolres Sintang sesaat setelah melakukan razia.<br /><br />Razia yang dipimpin langsung Kapolres Sintang AKBP Oktavianus Martin ini cukup membuat para pengantri kelabakan. Di lokasi pertama, aparat mendapati puluhan jerigen berisi minyak bensin hasil antrian di SPBU. Tak jelas siapa pemilik minyak tersebut. Namun indikasi penimbunan kuat tercium aromanya. Puluhan jerigen itupun langsung diangkaut aparat ke dalam mobil Dalmas di bawa ke Mapolres Sintang.<br /><br />Beberapa saat kemudian aparat menuju lokasi kedua, dimana lokasi ini banyak ditemukan tangki siluman. Bahkan beberapa mobil dimodifikasi untuk mengantri minyak di SPBU Abang Adek. Sempat ada upaya negosiasi oleh salah satu pemilik minyak yang dirazia kepada Kapolres agar minyaknya dikembalikan, namun upaya tersebut tak membuahkan hasil.<br /><br />“Saya mohonlah pak. Kami hanya dapat untung Rp 300 per liter,” ujarnya berharap belas kasih dari Kapolres agar minyaknya dikembalikan.<br /><br />Meskipun beberapa kali melakukan upaya negosiasi, namun Kapolres tetap tak bergeming, minyak hasil temuan pun tetap disita.<br /><br />Seorang ibu-ibu yang juga pengantri sempat protes dan merasa razia yang dilakukan aparat kepolisian tebang pilih.<br /><br />“Kenapa disini saja. Deretan ini rata-rata nampung minyak semua,” kesalnya. Mendengar ucapan ibu-ibu yang juga pengantri ini, Kapolres langsung memberikan jawaban tegas.<br /><br />“Kita tidak tebang pilih. Kalau ada tetap akan kita amankan,”katanya.<br /><br />Razia yang dilakukan Polres memang dalam rangka mengantisipasi penimbunan BBM jelang kenaikan harga. Selain itu pula untuk menjawab keluhan masyarakat akan mahalnya harga BBM di tingkat eceran. Pengamanan dilakukan sesuai hasil rapat koordinasi dengan Pemkab Sintang untuk langkah antisipasi menjelang keniakan BBM.<br /><br />“Minyak akan naik. Razia perlu dilakukan agar tidak ada spekulan yang bermain,” tegasnya. <strong>(phs)</strong></p>















