Polresta Banjarmasin Tangkap "Wakar" Jual Sabu-Sabu

oleh

Satuan Narkoba Polresta Banjarmasin berhasil menangkap seorang wakar atau penjaga malam di Pasar Pekauman setempat karena kedapatan menjual satu paket sabu-sabu. <p style="text-align: justify;">Kepala Satuan Narkoba Polresta Banjarmasin, Komisaris (Pol) Christian Ronny melalui Kepala Unit III, Inspektur Dua (Pol) Suryanthi di Banjarmasin, Senin membenarkan bahwa pihaknya telah menangkap seorang wakar karena kedapatan menjual sabu-sabu.<br /><br />Penangkapan terhadap wakar dilakukan oleh Unit III pada Sabtu (18/6) sekitar pukul 23.00 WITA di kawasan jalan Rantauan Timur II Kelurahan Kelayan Barat Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin.<br /><br />Selanjutnya, penjaga malam yang ditangkap polisi itu, diketahui berinisial MR (20), warga jalan Trikora gang Jeddah Kelurahan Guntung Payung dan selama ini merantau ke Banjarmasin dan tinggal di pos Pasar Pekauman.<br /><br />"Saya membenarkan bahwa unit saya telah menangkap seorang wakar di pasar Pekauman karena kedapatan sedang bertransaksi narkotika yang diduga sabu-sabu," ucapnya.<br /><br />Menurut Suryanthi kronologis penangkapan berawal dari informasi warga pasar yang merasa terganggu karena sering adanya transaksi narkotika di kawasan Pasar Pekauman itu.<br /><br />Mendapat informasi itu pihak Unit III Satuan Narkoba langsung melakukan penyelidikan, hasil penyelidikan diketahui wakar yang ada di pasar tersebut ternyata sering melakukan transaksi haram dengan menjual narkotika jenis sabu-sabu.<br /><br />Mengetahui wakar yang berinisial MR itu sering melakukan transaksi narkotika maka polisi memasukannya sebagai target operasi, dan terus dilakukan pengintaian dalam setiap gerak geriknya.<br /><br />Saat sedang melakukan transaksi narkotika dengan konsumennya langsung saja polisi yang sudah mengintai menangkapnya dan ditemukan satu paket yang diduga sabu-sabu di genggaman tangannya.<br /><br />Berdasarkan barang bukti satu paket sabu-sabu itu, terpaksa MR harus digiring ke markas Satuan Narkoba tepatnya di ruang Unit III untuk dilakukan penyidikan guna proses hukum selanjutnya.<br /><br />Hasil penyidikan sementara, MR dijerat dengan pasal 114 ayat 1 UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara minimal lima tahun dan maksimal 20 tahun atas perbuatan yang dilakukannya sebagai kurir sabu-sabu, kata Santi.<br /><br />Sementara itu, MR mengakui bahwa satu paket sabu-sabu itu bukan lah berisikan sabu-sabu melainkan berisikan gula, karena sekadar untuk menipu konsumennya dan mengambil uang pembayaran atas transaksi itu.<br /><br />Ia juga mengatakan bahwa satu paket sabu-sabu yang diduga palsu itu dia jual ke konsumen yang membeli seharga Rp250.000 dan uang tersebut digunakannya untuk biaya keperluan hidup sehari-hari karena penghasilannya sebagai wakar tidak mencukupi.<br /><br />"Satu paket sabu-sabu yang diamankan polisi dari tangan saya itu bukan lah berisikan sabu-sabu tapi gula, dan rencananya mau dijual dengan harga Rp250.000 kepada pembeli, hasilnya buat makan dan lainnya," kata laki-laki yang sudah dua kali masuk penjara untuk kasus membawa senjata tajam dan penganiayaan. <strong>(das/ant)</strong></p>