Polresta Pontianak Arahkan Pembobolan BRI Ke Tipikor

oleh
oleh

Kepala Kepolisian Resor Kota Pontianak Komisaris Besar (Pol) Muharrom Riyadi menyatakan, akan mengarahkan kasus pembobolan uang milik Bank Rakyat Indonesia Unit Supadio Pontianak ke Tindak Pidana Korupsi yang diduga merugikan negara Rp9,8 miliar. <p style="text-align: justify;">"Kasus ini awalnya penipuan karena tersangka GMS (32) warga Pontianak yang bekerja sebagai seorang peneliti kredit di BRI Unit Supadio, karena membuat nama, data dan syarat permohonan kredit fiktif sebanyak 167 dengan maksud memperkaya diri sendiri," kata Muharrom Riyadi di Pontianak, Rabu.<br /><br />Ia menjelaskan, setelah dilakukan pemeriksaan terhadap tersangka GMS, maka kasus pembobolan uang milik BRI dengan modus pengajuan kredit fiktif maka kasus ini menjadi Tipikor.<br /><br />Muharrom menyatakan, hingga saat ini Polresta Pontianak sudah memeriksa tujuh orang saksi, tiga orang dari pihak BRI Unit Supadio Pontianak dan empat orang saksi lainnya korban yang dirugikan karena namanya dicatut dalam kredit fiktif pada BRI tersebut.<br /><br />"Kami akan minta bantuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk memeriksa para saksi-saksi karena kasus ini sudah mengarah pada Tipikor," ujarnya.<br /><br />Menurut Kapolresta Pontianak, modus kredit fiktif yang dilakukan tersangka dilakukan sejak Januari 2010 hingga November 2011 dengan memalsukan data kredit fiktif sebanyak 167 pemohon dengan ajuan kredit bervariasi dari Rp50 juta hingga Rp70 juta sehingga berhasil meraup uang sebesar Rp9,8 miliar.<br /><br />Uang hasil kejahatan itu, tersangka gunakan untuk membayar utang, bepergian ke Singapura sebanyak tiga kali, ke Bali dan sekitar Rp5 miliar diserahkan pada istrinya, sekitar Rp1 miliar digunakan untuk mengangsur kredit itu agar pihak BRI tidak curigai.<br /><br />"Kasus ini terungkap ada laporan korban yang merasa tidak pernah meminjam uang kepada BRI, sehingga melaporkannya pada pihak kepolisian," ungkap Muharrom.<br /><br />Sebelumnya, Kasat Rerskrim Polresta Pontianak Komisaris (Pol) Puji Prayitno menyatakan, keberhasilan tersangka membobol uang BRI Unit Supadio karena memanfaatkan jabatannya sebagai pengolah data pemohon kredit.<br /><br />"Tersangka memalsukan data pemohon kredit dibuat atas nama pegawai di lingkungan pemerintah sehingga mudah dicairkan oleh pihak BRI dengan agunan SK pengangkatan dan penempatan," ujarnya.<br /><br />Nama dan foto pemohon hasil mengunduh pada jejaring sosial atau facebook, sehingga secara sekilas permohonan kredit itu otentik, meskipun sebetulnya fiktif sehingga merugikan negara Rp9,8 miliar, kata Fuji.<br /><br />"Saat ini tersangka sudah dilakukan penahanan di sel Mapolresta Pontianak guna dilakukan proses hukum selanjutnya," kata Fuji. <strong>(phs/Ant)</strong></p>