Polresta Pontianak Larang Atraksi "Tatung"

oleh
oleh

Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pontianak melarang atraksi "tatung" atau seorang dukun yang kerasukan arwah leluhur dalam memeriahkan perayaan Cap Go Meh 2563 (15 hari Imlek) di Kota Pontianak. <p style="text-align: justify;">"Kami tidak mengizinkan atraksi tatung pada perayaan Cap Go Meh di Kota Pontianak," kata Kepala Polresta Pontianak Komisaris Besar (Pol) Muharrom Riyadi.<br /><br />Kepala Polresta mengatakan hal itu saat memimpin rapat koordinasi perayaan Imlek atau Tahun Baru China dan Cap Go Meh 2563 bersama muspida kota setempat dan para tokoh warga Tionghoa Pontianak, Kamis.<br /><br />Ia menjelaskan, aturan dilarangnya atraksi tatung sama seperti perayaan Cap Go Meh tahun-tahun sebelumnya di Kota Pontianak.<br /><br />"Kalau ada tatung melakukan atraksinya, akan kami tertibkan," ujarnnya.<br /><br />Wakil Wali Kota Pontianak Paryadi menyatakan, dilarangnya atraksi tatung pada perayaan Cap Go Meh di Kota Pontianak karena dinilai menampilkan sadisme sehingga tidak layak untuk dipertontonkan dimuka umum.<br /><br />"Apalagi anak-anak tidak baik menonton atraksi tatung yang menampilkan sadisme, khawatir nanti mereka malah meniru adegan itu," ujarnya.<br /><br />Apalagi menurut dia, banyak masyarakat Kota Pontianak menolak atraksi tatung. "Mengingat masyarakat Kota Pontianak yang heterogen," kata Paryadi.<br /><br />Sementara itu, Ketua Panitian Perayaan Cap Go Meh tahun 2012 dari Yayasan Bhakti Suci Pontianak Yonguan Cua menyatakan, tidak mempermasalahkan dilarangnya atraksi tatung di Kota Pontianak dalam perayaan Cap Go Meh.<br /><br />"Kami memang tidak membuka pendaftaran untuk atraksi tatung pada perayaan Cap Go Meh seperti tahun-tahun sebelumnya," katanya.<br /><br />Dalam kesempatan itu, Kapolres dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pontianak Dja’far mengimbau seluruh masyarakat kota itu untuk menjaga Kamtibmas di masing-masing lingkungannya dengan meningkatkan sistim keamanan di lingkungannya (Siskamling).<br /><br />Masyarakat juga diimbau untuk meninggalkan rumahnya dalam keadaan aman untuk melakukan silaturahmmi pada merayakan Tahun Baru China dan Cap Go Meh.<br /><br />"Kami juga mengimbau masyarakat tidak membawa kendaraan dalam keadaan ngebut dan dalam kondisi sakit atau capek karena bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain," ujarnya.<br /><br />Kapolresta Pontianak juga melarang masyarakat menyimpan dan membunyikan petasan dalam bentuk apapun karena membahayakan masyarakat.<br /><br />"Bunyikanlah kembang api dengan sewajarnya, jangan berlebihan serta jangan sampai seperti perang kembang api, kalau ada yang demikian kami tidak segan-segan untuk menindaknya," kata Muharrom.<br /><br />Polresta Pontianak dalam pengamanan Imlek dan Cap Go Meh mengerahkan 645 personel, termasuk 12 personel dalam pengamanan melekat pada setiap tujuh naga dari yayasan pemadam kebakaran.<br /><br />Polresta juga mendirikan sembilan pos pengamanan perayaan Tahun Baru China dan Cap Go Meh tahun 2012. <strong>(phs/Ant)</strong></p>