Polresta Pontianak Perketat Pintu Masuk Melalui Laut

oleh

Kepolisian Resor Kota Pontianak, Kalimantan Barat, memperketat pintu masuk di provinsi itu dengan melalukan razia melalui pintu masuk pelabuhan laut, antisipasi pelarian teroris dan masuknya barang-barang ilegal dari antarpulau. <p style="text-align: justify;">Kepala Bagian Operasi Polresta Pontianak Komisaris (Pol) Teguh Priyambodo Nugroho di Pontianak, Rabu menyatakan diperketatnya jalur pintu masuk melalui laut karena peluang dari jalur itu sangat besar dan terbuka lebar.<br /><br />Ia menjelaskan, razia tersebut dilakukan guna mencegah masuknya barang-barang ilegal, seperti senjata tajam dan narkotikan dan obat-obatan berbahaya (narkoba).<br /><br />Tampak satu persatu penumpang KM Laskar Pelangi yang membawa barang bawaan mereka diperiksa dengan cara dibongkar oleh anggota kepolisian.<br /><br />"Dalam razia ini kami tidak menemukan barang-barang ilegal, seperti senjata tajam, senjata api dan narkoba, hanya dua orang yang mempunyai identitas luar dan mempunyai paspor saja," ujarnya.<br /><br />Menurut Kabag OPS Polresta Pontianak, meski pun Kalbar umumnya bukan tujuan pelarian teroris tetapi tidak menutup kemungkinan kalau tidak dilakukan penjagaan.<br /><br />Selain melakukan razia di Pelabuhan Dwikora Pontianak, Polresta Pontianak juga melakukan razia di terminal antarprovinsi dan Bandara Supadio Pontianak.<br /><br />Sebelumnya, Kepala Bidang Humas Polda Kalbar Ajun Komisaris Besar (Pol) Suhadi Siswo Wibowo menyatakan, daerah tersebut termasuk daerah "segitiga emas" peredaran narkotika internasional sehingga tidak heran kalau di kemudian hari terungkap pengedar dan bandar narkoba dalam jumlah besar.<br /><br />"Kalbar termasuk daerah transit pengiriman narkoba internasional dari perairan, seperti ke Laos dan India," kata Suhadi. <strong>(phs/Ant)</strong></p>