Polresta Samarinda Kerahkan 300 Personil Amankan BIO

oleh

Polresta Samarinda, Polda Kalimantan Timur akan mengerahkan 300 personil untuk mengamankan pelaksanaan BIO (BanKaltim Indonesia Open) Grandprix Gold Badminton Championships yang berlangsung pada 27 September – 2 Oktober 2011. <p style="text-align: justify;">"Pengamanan dititikberatkan di lokasi pelaksanaan BIO yakni di Gelanggang Olah Raga (GOR) Bulu Tangkis Stadion Palaran Samarinda. Sebanyak 300 personil akan kami kerahkan pada pelaksanaan BIO Grandprix Gold Badminton Championships 2011 tersebut," ungkap Kepala Bagian Operasional Polresta Samarinda, Komisaris Polisi I Nyoman Mertha Dana, Rabu.<br /><br />Pengamanan juga ,kata Kompol I Nyoman Mertha Dana ,juga akan dilakukan pada sejumlah hotel yang menjadi penginapan para pebulutangkis, khususnya para perserta dari luar negeri.<br /><br />"Pengamanan juga kami fokuskan pada sejumlah hotel, tempat para atlit menginap khususnya atlit dari 15 negara peserta. Di setiap hotel akan kami siagakan personil sehingga mereka (atlit) akan merasa aman selama berada di Samarinda," kata I Nyoman Mertha Dana.<br /><br />Bahkan, kata dia, pengamanan kamtibmas di Kota Samarinda menjelang kegiatan internasional tersebut sudah dilakukan melalui Operasi Cipta Kondisi yakni dengan melakukan razia di sejumlah tempat yang dinilai rawan terjadi gangguan keamanan.<br /><br />"Kita ingin Samarinda aman dan kondusif bukan hanya pada saat ada kegiatan nasional bahkan bertaraf internasional sehingga secara rutin kami terus menggelar operasi Cipta Kondisi. Apalgi, kegiatan BIO ini akan diikuti 15 negara sehingga Samarinda harus benar-benar steril dari berbagai potensi gangguan kamtibmas agar memberikan citra positif bagi bangsa diluar negeri," katanya.<br /><br />Oprasi Cipta Kondisi lanjut dia mulai digelar pada Selasa malam (20/9) dengan berhasil menjaring 11 orang yang tidak memiliki KTP (Kartu Tanda Penduduk) serta dua anak yang kedapatan masih berkeliaran pada malam hari.<br /><br />"Operasi pekat (penyakit masyarakat) yang kami gelar tadi malam (Selasa) hanya sebagai langkah awal dan "shock therapy" bagi warga sebab mereka yang terjaring belum diberi sanksi. Mereka hanya didata kemudian diberikan pembinaan selanjutnya dipulangkan," katanya.<br /><br />"Namun, razia yang akan kami gelar rutin itu kedepan akan lebih ditingkatkan dengan sanksi tipiring (tindak pidana ringan) warga yang kedapatan tidak membawa kartu identitas (KTP). Jadi, kami berharap agar warga bisa menciptakan kondisi kamtibmas yang aman dan nyaman di Samarinda sehingga dapat memberi kesan positif bahwa kota ini merupakan kota yang ramah dan aman ," ungkap I Nyoman Mertha Dana.<strong> (das/ant)</strong></p>