Pondok Pesantren Bukan Sarang Teroris Dan Kejahatan

Pengelola dan Pendiri Pondok Pesantren Syahrunnur Desa Suka Maju H. Syahrul Yadi,Msi dengan tegas mengatakan bahwa keberadaan pondok pesantren bukanlah tempat sarang teroris dan sejumlah bentuk kejahatan lainnya, seperti isu yang berkembang saat ini. <p style="text-align: justify;">“Kita luruskan isu yang berkembang terutama di Indonesia dan Kita berharap masyarakat  Kapuas Hulu tidak menilai kehadiran pondok pesantren kehal-hal yang negatif,  pesantren tempat menuntut ilmu sepertihalnya juga di sekolah-sekolah namun untuk dipesantren lebih ditonjolkan keagamaannya, namun pesantren bukan sarang teroris atau mendidik kearah yang jahat,” jelasnya tegas kepada Mediator di cela-cela kegiatan peresmian pondok pesantren Syahrunnur pada Selasa malam (10/05/2011). <br /><br />Ketika ditanya tanggapanya terkait kehadiran Negara Islam Indonesia (NII) Syahrul mengatakan bahwa NII tersebut hanya organisasi yang memiliki kepentingan dan menjual Agama Islam, dan NKRI merupakan harga mati jadi tidak aka ada yang istilahnya negara berdiri diatas negara, menurut Syahrunnur bahwa oknum-oknum yang melakukan hal tersebut merupakan orang yang tidak mencintai agama Islam. <br /><br />Lebih lanjut Syahrunnur mengatakan bahwa langkah untuk mencegah masuknya NII di Kapuas Hulu salah satunya melalui pemahaman ajaran islam melalui pesantren, dan tidak hanya itu mesti ditumbuh kembangkan jiwa islami yang berahlak, bermoral, serta tidak menyimpang dari syariah islam itu sendiri, dan yang tidak kalah pentingnya lagi ditumbuhkanya rasa memiliki dalam agamanya. <br /><br />Sementara itu Bupati Kapuas Hulu A.M Nasir, SH mengatakan timbulnya tindak kejahatan, baik seperti teroris dan NII merupakan kepentingan sekelompok orang saja bukanlah perbuatan umat islam keseluruhan, untuk itu perlu pemahaman-pemahaman di masyarakat agar masyarakat tidak mudah terpengaruh dengan ajaran-ajaran yang menjual umat Islam dan menyimpang dari syariah islam itu sendiri.<br /> <br />“ Jadi Kita berharap masyarakat Kapuas Hulu jangan sampai terpengaruh oleh hal-hal yang dapat memecahbelahkan kesatauan dan persatuan baik untuk bangsa ini khususnya di Bumi Uncak Kapuas tercinta ini, Saya yakin semua agama tidak ada yang mengajarkan kejahatan atau perbuatan yang tidak baik, pada dasarnya semua agama itu baik,namun oknum-oknumnya yang berbuat ulah sperti hal nya NII,” jelasnya. <br /><br />Ketika ditanya sejauh mana hubungan antar umat beragama di Kapuas Hulu Nasir menilai bahwa hubungan masyarakat Kapuas Hulu baik dalam keagamaan maupun dalam perbedaan suku sangat baik alias harmonis .<br /><br />”Saya rasa hubungan keagamaan di Kapuas Hulu sangat harmonis, masyarakat Kapuas Hulu tidak melihat perbedaan tetapi lebih memandang rasa peersaudaraan dan kekeluargaan,”pungkasnya. <strong>(phs)</strong></p>