Pontianak Gandeng Komunitas Sepeda Meriahkan Kulminasi Matahari

oleh
oleh

Pemerintah Kota Pontianak akan menggandeng komunitas sepeda dalam memeriahkan peristiwa alam berupa kulminasi matahari di Tugu Khatulistiwa Pontianak 21-23 Maret 2012, kata Wakil Wali Kota setempat Paryadi. <p style="text-align: justify;">"Rencananya kami akan mengajak para komunitas sepeda yang ada di Pontianak untuk berkunjung ke kawasan Tugu Khatulistiwa Pontianak guna menyaksikan peristiwa kulminasi matahari, pada terakhir, yakni Jumat (23/3)," kata Paryadi di Pontianak, Rabu.<br /><br />Ia menjelaskan tema yang akan diangkat, yakni "Ayo Ke Tugu Khatulistiwa".<br /><br />Wakil Wali Kota Pontianak menyatakan, peristiwa alam berupa kulminasi matahari di Tugu Khatulistiwa, mulai bisa disaksikan hari ini tepat pada pukul 11.50 WIB.<br /><br />Ia menambahkan, saat ini pihak UPT Tugu Khatulistiwa dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pontianak telah bersiap dalam memberikan fasilitas bagi pengunjung yang akan menyaksikan peristiwa alam tersebut.<br /><br />"Mudah-mudahan peristiwa kulminasi matahari di Tugu Khatulistiwa Pontianak bisa menarik minat wisatawan mancanegara (Wisman) untuk menyaksikannya secara langsung," ujarnya.<br /><br />Ia mengharapkan Wisman terutama dari Sarawak (Malaysia) dan Brunei Darussalam, tertarik ke Tugu Khatulistiwa karena biasanya setiap tahun selalu ada warganya yang berkunjung menyaksikan secara langsung proses kulminasi matahari di Tugu Khatulistiwa Pontianak.<br /><br />"Mudah-mudahan peristiwa kulminasi matahari di Tugu Khatulistiwa Pontianak tahun ini makin banyak dikunjungi wisatawan nasional maupun mancanegara," ujar Paryadi.<br /><br />Sebagaimana lazimnya, pada saat peristiwa kulminasi matahari terjadi, benda yang ditancapkan tegak lurus tidak terlihat bayangannya. Pasalnya, matahari berada tegak lurus di atas kepala manusia pada tanggal 21-23 Maret pukul 11.50 WIB, dan tanggal 21-23 September jam pukul 11.38 WIB di Tugu Khatulistiwa Pontianak.<br /><br />Kulminasi matahari merupakan peristiwa alam yang hanya terjadi di lima negara, antara lain di Indonesia, tepatnya di Pontianak. Ke-4 negara lain, masing-masing Afrika, yaitu Gabon, Zaire, Uganda, Kenya dan Somalia.<br /><br />Di Amerika Latin, garis itu juga melintasi empat negara yaitu, Equador, Peru, Columbia dan Brazil.<br /><br />Dari semua kota atau negara yang dilewati tersebut, hanya ada satu di dunia ini yang dibelah atau dilintasi secara persis oleh garis khatulistiwa, yaitu Kota Pontianak.<br /><br />"Sehingga ini menjadi ciri khusus. Karena itulah Kota Pontianak juga dikenal dengan sebutan Kota Khatulistiwa," ujar Paryadi. <strong>(phs/Ant)</strong></p>