Pontianak Menuju Kota Layak Anak

oleh
oleh

Pemerintah Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat menyatakan, saat ini sedang menuju Kota Layak Anak (KLA) sehingga ada beberapa program pembangunan yang dilakukan pemerintah kota setempat, lebih diarahkan dalam pemenuhan hak-hak anak di kota itu. <p style="text-align: justify;">"Kota Pontianak sudah dua kali meraih penghargaan kategori pratama sebagai kota menuju layak anak, tetapi masih banyak pekerjaan rumah yang harus dituntaskan dalam mewujudkan KLA," kata Wali Kota Pontianak Sutarmidji saat membuka lokakarya tumbuh kembang anak dalam rangka mewujudkan Kota Pontianak menjadi KLA, Rabu.<br /><br />Sutarmidji menjelaskan, diantara program-program pembangunan yang berkaitan dengan pemenuhan hak-hak anak, yakni posyandu terpadu, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), program pendidikan gratis dari tingkat TK hingga SMA/sederajat di Kota Pontianak.<br /><br />Kemudian pembangunan infrastruktur pendidikan, pengobatan gratis di puskesmas, perbaikan rumah tak layak huni, penyediaan fasilitas ruang terbuka umum seperti taman-taman dan masih banyak lagi yang lainnya.<br /><br />"Kami selalu berupaya memenuhi hak-hak anak dalam aspek pembangunan kota," ujarnya.<br /><br />Pemkot Pontianak menurut dia, sudah dua kali meraih penghargaan kategori pratama sebagai kota menuju KLA, dan dinilai sudah lebih banyak berbuat dari kota lainnya, salah satunya Perda No. 10/2010 tentang Kawasan Tanpa Asap Rokok, yakni salah satu pemenuhan hak-hak anak terbebas dari asap rokok.<br /><br />Sutarmidji juga mengapresiasi, seluruh elemen masyarakat maupun Non Government Organization (NGO) yang ikut peduli terhadap permasalahan anak, sehingga dirinya mengajak untuk bersama-sama dalam menangani persoalan anak di kota itu.<br /><br />"Hal yang ditemukan yang sifatnya negatif, kita tidak perlu terlalu diangkat, bukan karena takut Pemkot tidak dinilai baik tetapi dampak psikologisnya terhadap anak itu lebih besar," ungkapnya.<br /><br />Dalam penanganan masalah yang dihadapi anak, dia meminta penanganan yang dilakukan yakni bagaimana mengurangi atau bahkan menghilangkan dampak psikologisnya dahulu, karena itu hal yang cukup sulit. "Dan itu menjadi penentu bagaimana kedepannya masa depan anak tersebut," katanya.<br /><br />Sementara itu, Manajer World Vision Indonesia (WVI) Untung mengatakan, sebagai lembaga swadaya masyarakat, WVI berkomitmen untuk fokus pada kesejahteraan anak dan pemenuhan hak-hak anak.<br /><br />"Perlu adanya penyempurnaan rencana aksi daerah sehingga menjadi semakin komprehensif, serta dilakukan pantauan secara bersama, evaluasi yang reguler melibatkan semua pihak," katanya.<br /><br />Ia memberikan apresiasi kepada Kelurahan Siantan Hulu, Kecamatan Pontianak Utara yang bersedia menjadi pilot rintisan sebagai kelurahan layak anak.<br /><br />"Kami berharap komitmen itu mendapat dukungan dari semua pihak," ujarnya.<br /><br />Selain menggelar lokakarya, juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama para pemangku kepentingan dalam mewujudkan Kota Pontianak menjadi Kota Layak Anak. <strong>(das/ant)</strong></p>