Pontianak Peringkat Dua Tubercolosis Di Kalbar

oleh

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Multi Junto Bhatarendro menyatakan, berdasarkan penelusuran terhadap kasus Tubercolosis (TB), Pontianak berada pada posisi kedua se-Kalimantan Barat untuk jumlah penderitanya. <p style="text-align: justify;">"Itu terjadi karena di Pontianak ini sudah baik pemetaannya," kata Multi di Pontianak, Sabtu (26/03/2011).<br /><br />Menurut Multi, selain pemetaan penelusuran kasus TB yang sudah baik tersebut, petugas kesehatannya pun sudah terlatih.<br /><br />"Ditambah lagi pasien yang mau berobat secara teratur hingga sembuh," tegas Multi.<br /><br />Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Pontianak Arif Jhoni Prasetyo mengatakan, penanggulangan TB saat ini harus lebih baik. "Hal ini penting mengingat Pontianak peringkat dua di Kalbar," katanya.<br /><br />Arif Jhoni menilai, salah satu indikator tujuan pembangunan milenium atau "Millenium Development Goals" (MDGs) yakni terkait penanggulangan penyakit menular TB.<br /><br />"Sehingga untuk mencapai target tersebut khususnya program TB, indikator penurunan penderita harus terukur. Yang diukur yaitu angka kejadian, prevalensi, dan tingkat kematian akibat tubercolosis, serta proporsi jumlah kasus tubercolosis yang ditemukan dan diobati," jelas Arif Jhoni.<br /><br />Strategi pengendalian TB Nasional telah dilaksanakan dengan menerapkan strategi DOTS sejak tahun 1995 dengan lima komponen kuncinya yaitu pertama, komitmen politis dengan pendanaan yang meningkat dan berkesinambungan. Kedua, penemuan kasus melalui pemeriksaan dahak mikroskopis yang terjamin mutunya.<br /><br />Ketiga, tata laksana Pengobatan standar, melalui supervisi dan pengawasan. Keempat, sistem manajemen logistik obat yang bermutu dan efektif, dan kelima, sistem monitor dan evaluasi, termasuk penilaian dampak dan kinerja program.<br /><br />Untuk Kota Pontianak harus mengacu pada program nasional tersebut. Oleh karena itu, kata dia, Dinkes Pontianak perlu melakukan penguatan manajemen program dan layanan serta adanya komitmen, respon dan keterpaduan perencanaan, pelaksanaan, penilaian.<br /><br />"DPRD akan mengevaluasi kinerja dinas kesehatan dalam masalah ini serta terus melakukan pengawasan terhadap program itu," katanya.<br /><br />Dinas Kesehatan Kalbar mencatat tingkat penelusuran kasus TB untuk Kapuas Hulu 75 persen, Sintang 69 persen, Sambas 63 persen, Kabupaten Pontianak 59 persen, Melwai 51 persen, Landak 50 persen, Singkawang 46,4 persen, Sanggau 46,38 persen, Ketapang 44,9 persen, Pontianak 42 persen, Kubu Raya 40 persen, Bengkayang 39,8 persen, Sekadau 34 persen, dan Kayong Utara 33 persen. <strong>(phs/Ant)</strong></p>