Pontianak Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 6,52 Persen

oleh

Wali Kota Pontianak Sutarmidji menargetkan pertumbuhan ekonomi di Kota Pontianak dan Kalimantan Barat umumnya tahun 2015 seperti tahun lalu, yakni sebesar 6,52 persen. <p style="text-align: justify;"><br />"Untuk memacu pertumbuhan seperti itu, saya minta seluruh komponen maupun pelaku kegiatan yang menunjang pertumbuhan ekonomi agar melakukan regulasi-regulasi guna percepatan implementasi kegiatan yang menunjang pertumbuhan ekonomi tersebut," kata Sutarmidji di Pontianak, Jumat.<br /><br />Berdasarkan data BPS Kalbar, bulan Agustus 2015, Kota Pontianak tercatat mengalami deflasi sebesar 1,00 persen. Terjadinya deflasi lantaran adanya penurunan indeks pada satu kelompok pengeluaran yang lebih besar dari kenaikan indeks pada enam kelompok lainya sebesar yakni sebesar 7,16 persen.<br /><br />Kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan adalah kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan yakni sebesar 7,16 persen. Penurunan lebih besar dari yang lainya sehingga deflasi.<br /><br />Sutarmidji berharap, dua bulan kedepan, Kota Pontianak bisa terus mengalami deflasi karena inflasi yang terjadi sebelumnya cukup tinggi. Angka deflasi September diharapkannya bisa berkisar minus 0,6 persen hingga minus 0,9 persen deflasinya, di bulan Oktober juga tidak menutup kemungkinan mengalami deflasi.<br /><br />Sutarmidji memperkirakan, inflasi akan terjadi pada bulan Desember mendatang. "Tapi saya berharap, September, Oktober, November ini secara kumulatif terjadi deflasi supaya inflasi diawal tahun minimal harus di bawah pertumbuhan ekonomi. Kalau pertumbuhan ekonomi 6,5 persen, inflasinya kalau bisa ditekan di bawah 6 persen," ujarnya.<br /><br />Selain itu, Sutarmidji meminta Bulog bisa menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok seperti gula, beras, bawang merah dan lainnya, supaya tidak terjadi lonjakan harga.<br /><br />"Jangan setelah harga kebutuhan pokok naik baru dilakukan operasi pasar," katanya.(das/ant)</p>