Pontianak Waspada Wabah Difteri

oleh

Kota Pontianak ikut waspada terhadap wabah difteri yang saat ini sedang merebak di Jawa Timur. <p style="text-align: justify;">"Kami juga ikut waspada terhadap wabah difteri di Jatim. Karena kalau sudah terserang wabah itu, harus segera diberi serum anti difteri dan penanganan khusus. Tetapi, mudah-mudahan jangan sampai ke kota inilah," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Multi Juto Bhatarendro di Pontianak, Jumat.<br /><br />Multi menjelaskan, penyakit menular seperti difteri tersebut, dapat menyebabkan kematian.<br /><br />Penyebarannya, kata dia, dapat terjadi lewat droplet atau bersin yang sudah mengandung kuman ke kuman lainnya.<br /><br />"Sehingga ketahanan tubuh khususnya untuk anak-anak atau balita menjadi sangat penting untuk dijaga. Makanya, imunisasi menjadi penting," jelas Multi.<br /><br />Alumnus Universitas Padjadjaran Bandung itu mengatakan, jika wabah difteri sudah menyerang kota ini, jangan sampai terjadi obstruksi atau penyumbatan pernafasan pada bayi atau balita.<br /><br />"Jika terjadi penanganannya itu harus segera, baik pasiennya atau pun lingkungan tempat tinggalnya," tegas Multi.<br /><br />Gubernur Jawa Timur Soekarwo sebelumnya telah menetapkan kejadian luar biasa (KLB) untuk kasus difteri di provinsi itu.<br /><br />Dinas Kesehatan Provinsi Jatim sejak Januari-Oktober 2011 mencatat sebanyak 328 anak terserang difteri dan sebelas diantaranya meninggal dunia.<br /><br />"Warga setempat telah melakukan langkah preventif dan kuratif agar difteri tidak semakin menyebar ke daerah yang belum terkena," jelas Soekarwo.<br /><br />Kementerian Kesehatan RI pun telah mengirimkan sebanyak 50 ribu vaksin guna mengatasi bawah difteri yang melanda Jawa Timur.<br /><br />Merebaknya wabah difteri tersebut membuktikan banyaknya bayi yang tidak mendapatkan imunisasi difteri, pertusis/batuk rejan dan tetanus (DPT). Padahal, vaksin tersebut wajib diberikan untuk mencegah penyakit difteri yang menyerang tenggorokan/pernafasan, pertusis (batuk rejan) dan tetanus (infeksi akibat luka).<br /><br />Vaksin tersebut diberikan sebanyak lima kali dan pertama kali saat bayi berumur lebih dari enam minggu, dilanjutkan saat bayi berumur 4 dan 6 bulan. Ulangan DPT diberikan saat umur bayi 18 bulan dan 5 tahun. Untuk memperkuat bisa dilakukan pada umur 12 tahun dan kemudian dilakukan lagi setiap 10 tahun. <strong>(phs/Ant)</strong></p>