Pos Perbatasan Aruk-Badau Kalbar Dibuka 2012

oleh

os pemeriksaan lintas batas (PPLB) di Aruk, Kabupaten Sambas, dan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalbar disetujui peresmian pembukaannya pada tahun 2012 selaras kesepakatan sosial ekonomi Malaysia-Indonesia di Bali, kata seorang pejabat Kalbar. <p style="text-align: justify;">"Dari Kalbar semua tidak ada masalah, berdasar hasil Sosek Malindo tingkat regional juga sudah menyepakati hal pembukaan dua PPLB itu," kata Kepala Kepala Badan Pengelola Kawasan Perbatasan dan Kerjasama Provinsi Kalbar MH Munsin di Pontianak, Jumat.<br /><br />PPLB di Aruk itu berbatasan dengan wilayah Biawak, Sarawak, Malaysia, sedang PPLB Badau akan berbatasan dengan wilayah Lubuk Antu, yang juga di Sarawak.<br /><br />Menurut Munsin, Provinsi Kalbar merupakan yang paling beruntung dibandingkan dengan provinsi lainnya di Kalimantan.<br /><br />"Kalimantan Timur itu mengajukan lima PPLB untuk dibuka, tetapi tidak ada satu pun yang disetujui," kata Munsin.<br /><br />Alasannya, pihak Malaysia masih belum siap untuk pembukaan kelima PPLB di Kaltim. "Berbeda dengan Kalbar, Malaysia sudah mempersiapkan wilayahnya yang berbatasan dengan Aruk dan Badau tersebut," ungkap Munsin.<br /><br />Proses selanjutnya, lanjut Munsin, jika Kalbar sudah sangat siap untuk dilakukan peresmian dua PPLB itu, maka tinggal melakukan koordinasi saja.<br /><br />"Nah, Malaysia tinggal ikut kita saja," jelas Munsin.<br /><br />Mantan Asisten III Bidang Administrasi Sekretariat Daerah Provinsi Kalbar itu mengatakan, jika semua "border" (pos perbatasan) tersebut sudah dibuka secara resmi maka semua jalur lalu lintas dari dan menuju ke Malaysia dapat ditertibkan.<br /><br />"Jika sudah tertib tentu dapat terkendali, tertib batas negaranya, tertib hubungan negaranya, dan tertib antarwarga," tegas Munsin.<br /><br />Dirinya optimistis kedua "border" tersebut dapat diresmikan paling lambat Februari 2012. "Karena saat ini pihak Malaysia masih dalam pengerjaan," katanya.<br /><br />Selain fokus untuk pembukaan border Aruk, Pemerintah Provinsi Kalbar juga sedang berkonsentrasi untuk pembukaan border Badau, Jagoi Babang, dan Jasa. Menurutnya, banyak urusan fokus dalam rencana itu, khususnya untuk pembangunan jalan akses.<br /><br />Tetapi Munsin optimistis percepatan pembangunan jalan akses khusus di perbatasan Aruk bisa dilakukan. "Karena itu sudah ada anggarannya untuk tahun ini. Dinas Pekerjaan Umum yang lebih tahu," katanya.<br /><br />Perbatasan Aruk-Biawak di wilayah perbatasan Malaysia sudah dibuka pada 1 Januari 2011. Mantan Bupati Sambas, Burhanuddin Abdul Rasyid, mengatakan, pembangunan jalan aksesnya sudah ditender pada Oktober 2010.<br /><br />"Panjang jalan yang sudah dibangun saat ini baru enam kilometer. Pembangunan jalan akses lanjutan diharapkan dapat mempercepat pembukaan ‘border’ perbatasan Indonesia-Malaysia," katanya.<strong> (phs/Ant)</strong></p>