Pose: Melawi Perlu Adanya Jembatan Timbang

oleh

Mencegah kerusakan jalan akibat angkutan kendaraan yang melebihi beban memang dengan membuat jembatan timbang memang perlu dilakukan. Tentunya dengan harapan agar tonase kendaraan yang melintasi jalan di Melawi bisa sesuai dengan kemampuan jalan. <p style="text-align: justify;">“Saat ini angkutan kendaraan seperti buah sawit sangat sering melintasi jalan poros baik antar kecamatan maupun penghubung Melawi ke kabupaten lain. Kalau melihat dari mobilitas kendaraan angkutan yang sedang berjalan sekarang, memang sudah saatnya Melawi memiliki jembatan timbang. Kendaraan yang mengangkut TBS sawit saja hampir setiap hari,” kata Anggota DPRD Melawi, Pose saat ditemui belum lama ini. <br /><br />Lebih lanjut Pose mengatakan, keberadaan jembatan timbang berfungsi mengawasi tonase angkutan yang melintasi jalan di wilayah Kabupaten Melawi. Sehingga tak ada kendaraan yang membawa muatan melebihi kapasitas, apalagi melebihi kemampuan jalan yang ada di Kabupaten Melawi. <br /><br />“Sebagus apapun jalan, kalau dilewati oleh angkutan yang muatannya melebihi kapasitas kemampuan daya tahan jalan, tentu jalan akan cepat mengalami kerusakan,” ujarnya.<br /><br />Apalagi saat ini rata-rata perusahaan perkebunan kelapa sawit yang ada di Melawi sudah panen, tentunya mobilitas angkutan sawit akan semakin menambah beban jalan-jalan yang ada di Melawi sekarang. <br /><br />“Ditambah lagi saat ini, rata-rata angkutan sawit melintasi jalan umum yang dibangun oleh pemerintah, karena belum ada jalan khusus untuk mereka lalui,”  ucapnya.<br /><br />Namun, Pose tetap berharap bila nantinya jembatan timbang dibangun, bisa benar-benar berfungsi dalam memantau tonase kendaraan yang melintas. Jangan malah hanya sekedar formalitas atau menjadi tempat adanya pungli.<br /><br />“Pembuatan jembatan timbang tersebut juga bisa menjadi sumber pendapatan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Melawi. Karena dengan semua kendaraan angkutan harus melewati jembatan timbang tersebut akan mempermudah untuk menarik retribusi bagi setiap kendaraan yang keluar masuk di wilayah Melawi,” katanya.<br /><br />Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Melawi, Effi Sutiono mengakui bahwa di Melawi memang sudah layak untuk dibangun jembatan timbang. <br /><br />“Masalah layak atau tidak, tentu layak.  Tapi persoalannya, kabupaten tidak punya kewenangan untuk membangun jembatan timbang. Hanya provinsi yang berwenang membangunnya,” katanya.<br /><br />Pihaknya atau Pemda lanjutnya hanya memiliki kewenangan sifatnya koordinasi. Atau paling tidak membantu menyediakan lahan pembangunan. Karena pembangunan dan pengelolaan jembatan timbang berada dibawah Pemerintah Provinsi. <br /><br />“Paling Pemda hanya memfasilitasi penyiapan lahan. Wacana pembangunan jembatan timbangini sudah pernah disampaikan ke Provinsi. Jikapun sudah dibangun jembatan timbang ini, retribusinya tentu tidak bisa masuk kembali Kabupaten, tetapi untuk Provinsi,” pungkasnya. (KN)</p>