Postu Desa Nanga Kempangai Tak Memiliki Tenaga Kesehatan

oleh
Postu Desa Nanga Kempangai yang kini tak memiliki tenaga kesehatan

MELAWI, (Kalimantan-News) – Desa Nanga Kempangai merupakan salah satu desa yang berada di pedalaman Ella Hilir. Dimana akses jalan menuju ke desa tersebut sangat luar biasa parahnya, sehingga untuk membawa orang sakit untuk berobat ke Puskesmas tidak bisa melalui jalur darat, namun haruslah melalui jalur sungai. Hal tersebut disampaikan Kepala Desa Nanga Kempangai, Jahari, ketika ditemui di Nanga Pinoh, belum lama ini.

Ia mengatakan, tenaga kesehatan di Postu Desa Nanga Kempangai pada tahun 2017 sudah ada, namun ditahun 2018 ini sudah tidak ada lagi. “Maka dari oitu, kita berharap Puskesmas Ella Hilir bisa menempatkan tenaga kesehatan ke Desa Nanga Kempangai, karena kami sangat kessulitan jika tidak ada tenaga kesehatan,” ucapnya.

Pihak Desa, kata Jahari, membayar tenaga kesehatan pada tahun 2017 menggunakan dana ADD. Dimana sebetulnya memang tidak dibolehkan, namun karena sangat membutuhkan tenaga kesehatan, maka pihaknya mengambil kebijakan sendiri. “Sebetulnya tidak boleh membayar gaji tenaga kesehatan di Postu melalui ADD. Namun karena masyarakat membutuhkan tenaga kesehatan, maka kita bayar pakai ADD,” ucapnya.

Menurut Jahari, sebetulnya Postu yang ada itu difasilitasi dan ditempatkan tenaga kesehatan oleh pihak Puskesmas kecamatan ataupun pihak Dinas Kesehatan kabupaten Melawi. “Tenaga kesehatan yang kita bayar itu, tenaga kontrak kabupaten, namun dalam pembiayaan yang saya bilang gaji tadi, itu masalah posyandunya. Bukan gaji pokoknya. Ini karena meningkatkan kesehatan masyarakat,” paparnya.

Jahari mengatakan, dirinya juga bingung mengapa tenaga kesehatan yang mengisi pada tahun 2017 tersebut tidak menempati Postu yang ada di desanya, dan tidak ada kabar beritanya. “Kita telepon tidak aktif lagi, dan memang mungkinyang bersangkutan tidak mau menempati itu lagi. Padahal pada tahun 2017 kita sering koordinasi,” ujarnya.

Yang membuat masyarakat Desa Nanga kempangai sangat menginginkan tenaga kesehatan berada di desa tersebut, karena pelayanan kesehatan merupakan hal yang sangat penting.

“Kemudian juga dikarenakan transportasi sangat susah, lewat jalur air, dan pakai sampan. Harus bongkar muat barang, ketika melalui riam yang ada di alur air tersebut, maka dari itulah saya juga meminta tenaga kesehatan stanby di desa kami,” pungkasnya. (Edi/KN)