Potensi Kapus Hulu Belum Tergarap Dengan Maksimal

oleh

Kabupaten Kapuas Hulu yang merupakan daerah berbatasan langsung dengan Malaysia. memimiliki beragam potensi yang belum tergali secara maksimal. Jika melihat dari letak geografis, terdapat sumber daya alam yang melimpah, jika dikelola dengan baik, akan mampu mewujudkan perekonomian yang maju dan sejahtera. <p style="text-align: justify;">”Sungguh disayangkan semua potensi dan kekayaan alam itu, belum bisa digali oleh masyarakat Kapuas Hulu,” ujar Baco Maiwa, Anggota DPRD Kapuas Hulu pada saat menjadi pembicara pada Rapat Koordinasi Kegiatan Penguatan Kapasitas Kelembagaan Sosial Masyarakat dalam Upaya Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal. <br /><br />Dalam kesempatan  tersebut Baco menyampaikan kalau pemberdayaan ekonomi masyarakat, bertumpu pada potensi dan sumber daya lokal sendiri. <br /><br />” Kita mempunyai potensi hutan di Kapuas Hulu sekitar 70 persen adalah kawasan lindung yang tentunya akan memegang peranan penting sebagai wilayah yang akan melindungi wilayah lainnya,” cetusnya. <br /><br />Terenting katanya, bagaimana cara mengurus dan mengolah potensi menjadi sebuah keunggulan di daerah ini. <br /><br />“Dari pohonnya saja, kayu belian merupakan jenis kayu yang berkualitas, sekarang tinggal kita untuk melestarikannya agar bisa menghasilkan kualitas terbaik,” jelasnya. <br /><br />Perbatasan Kapuas Hulu berbatasan langsung dengan daerah serawak Malaysia, disana terdapat taman nasional seperti TNDS dan TNBK yang baru-baru ini sudah melakukan penandatangan kesempatan antar pihak TNBK dengan masyarakat wilayah sekitar.<br /> <br />Menurut  Baco akan berpotensi menjadi daerah konversi lintas batas pertama di Asia. <br /><br />“Sekaligus tempat tersebut bisa di jadikan ekowisata dan wisata budaya,” tuturnya. <br /><br />kata Baco, Jika dilihat dari luas perairan danau ada sekitar 12.885 hektar merupakan salah satu kawasan perairan umum yang sangat potensial bagi produksi berbagai jenis ikan air tawar dan ikan yang punya nilai jual tinggi yg menjadi ciri khas Kapuas Hulu sebagai daerah perbatasan seperti Arwana. <br /><br />“Contoh seperti Ikan Arwana jenis super red,” contohnya.<br /> <br />Sedangkan untuk luas kawasan budidaya, yang meliputi sekitar 48,79 persen dari luar Kabupaten Kapuas Hulu menurut Baco,  cukup berpotensial untuk pengembangan kegiatan pertanian, perkebunan maupun pemukiman. Banyaknya lahan tidur yang belum tergarap secara optimal. Sehingga Baco berharap agar peluang tersebut bisa dimanfaatkan oleh semua lapisan masyarakat dan sepenuhnya melalui dukungan pemerintah bisa dikembangkan. <br /><br />“Mari kita bersama selalu mencari apa-apa yang menjadi peluang potensi daerah, masyarakat dan pemerintah mau bekerjasama dalam hal tersebut, untuk mendukung keseimbangan pembangunan yang berkesinambungan, sehingga kesejahteraan masyarakat  dan perkembangan  Kapuas Hulu terwujud,” harapnya.<strong> (phs)</strong></p>