PPDB Sistim Online Lebih Memudahkan Pendaftaran

oleh
oleh

MELAWI – Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Nanga Pinoh pada tahun ini menggelar Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan sistim online. Dimana dengan pelaksanaan sistim online tersebut pada suatu proses dirasakan lebih simple, transparan, akuntable dan jauh dari diskriminiasi.

Ketua Pantia Pendaftaran PPDB SMA Negeri 1 Nanga Pinoh, Antonius Tukimin mengatakan, untuk SMA ada tiga sekolah yang menyelenggarakan sistim online. Yakni SMAN1 Nanga Pinoh, SMAN 2 Nanga Pinoh dan SMKN 1 Nanga Pinoh.

“Dengan Pendaftaran PPDB secara online, maka pelaksanaannya bisa diakses siapa saja di kalbar.siap-ppdb.com. Kami merasa ini sangat adil,” katanya ditemui di hari terakhir Pendaftaran PPDB SMAN 1 Nanga Pinoh, Rabu (4/7)

Lebih lanjut Ia mengatakan, ada 5 indikator untuk masuk SMAN 1 secara online. Yang pertama adalah nilai hasil UN SMP. yang kedua, kepemilikan kartu apirmasi seperti Kartu Indoneesia Pintar (KIP), KKH dan surat keterangan dari panti sosial. Kemudan yang ketiga, kepemilikan bukti prestasi ditingkat provinsi. Yang keempat berkaitan dengan kemaslahatan. Maksudnya adalah anak-anak kita yang kebetulan ibu atau bapaknya bekerja di sekolah tersebut.

“Kemudian yang terakhir adalah zonasi. Dimana semakin jaraknya dekat dengan dengan sekolah, itu memiliki skor semakin besar. Misalnya jaraknya 100 sampai 500 meter, itu skor nya 12. Kemudian 500 sampai 1 kilomeeter, itu skornya 10,” terangnya.

Ia mengatakan, sejaauh ini tidak ada problem didalam pelaksanaan PPDB ini, karena SMA Negeri 1 Nanga Pinoh itu hanyalah sebagai perantara, sebab pengendali servernya ada di Pontianak.

“Server sekolah dengan di Pontianak, itu satu jaringan,” katanya.

Terpisah, kepala Disdikbud Melawi, Joko Wahyono, menghubungi via seluler mengatakan, penerimaan siswa didasarkan pada zonasi artinya siswa yang dekat dengan sekolah tersebut mestinya menjadi prioritas. Hal ini sesuai dengan peraturan Permendikbud nomor 15. Dimana penerapan zona dilakukan agar ada pemerataan dan tidak ada sekolah yang seakan menjadi sekolah favorit.

Kendati demikian, tentu siswa diluar zona tetap bisa mendaftar di sekolah di daerah lain. Tapi dia harus melalui tes akademik dan prestasi. Aturan ini mesti diikuti oleh semua sekolah. Bahkan diterapkan di seluruh jenjang pendidikan formal.

“Untuk SD penerimaan siswa didasarkan umur. Yakni antara 6.5 tahun sampai 7 tahun. Dan kalau sudah diatas tujuh tahun, wajib diterima. Zonasi juga menjadi prioritas sepeti di Desa Paal ada tiga sekolah dasar yakni MIN, SD 6 dan SD 13. Kalau kuota tak mencukupinya, saya yakin tak mungkin. Seperti desa Paal kan ada tiga sekolah yang bisa menampung siswa disana,” pungkasnya. (Ed/KN)