PPK dan PPS Masuk Daftar Tim Sukses

oleh

Melawi (Kalimantan News) – Ketidaknetralan didalam tubuh Panitia Pemungutan Suara (PPS), dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang ada di Melawi mulai terlihat. <p style="text-align: justify;"><br />Hal itu menjadi temuan di beberapa Kecamatan, diantaranya, Menukung, Sokan, Pinoh Selatan dan Belimbing. <br /><br />Ketua PPK kecamatan Sokan, Imam Harisar mengatakan, pihaknya baru menemukan setelah menerima struktur kepengurusan pasangan calon. Ketika di cek dan dicocokan dengan nama-nama anggota PPS, ternyata terdapat beberapa nama yang masuk dalam daftar tim sukses dari salah satu pasangan calon.<br /><br />“Untuk anggota PPK tidak ditemukan, namun pada tubuh atau anggota PPS itu ditemukan, sebanyak 5 orang anggota PPS. Hal ini akan kami mintai keterangan dari pihak yang bersangkutan dan apabila nama mereka dimasukan dalam struktur tim sukses tanpa sepengathuan mereka, maka akan kita mintai klarifikasinya dengan surat pernyataan,” kata Imam, ditemui di sela-sela waktu istrirahat pada acara pleno KPU Melawi tentang Daftar Pemilih Sementara (DPS), Rabu (2/9), di gedung MABT Melawi.<br /><br />Sementara hal yang sama juga disampaikan Ketua PPK Kecamaatan Pinoh Selatan, Dedi Suparjo. Iya mengatakan, di Pinoh Selatan juga terdapat 1 orang anggota PPS dan bahkan juga ada 1 orang Anggota PPK yang menjadi tim sukses salah satu pasangan calon.<br /><br />“Kami juga akan memintai keterangan. Jika yang bersangkutan memang tim sukses, maka kita mereka memilih dan membuat surat pernyataan. Jika memang mereka dimasukan namanya jadi tim sukses tanpa diketahui, maka harus buat klarifikasi disertai pernyataan. Dan anggota PPK yang bersangkutan sudah membuat surat klarifikasi dan menyatakan dirinya tidak tau bahwa namanya dimasukan dalam struktur tim sukses, sementara yang anggota PPS ini belum,” ungkapnya.<br /><br />Ditempat yang sama, Miles M, selaku ketua Tim PPK kecamatan Menukung juga menyampaikan bahwa, Anggota PPK dan PPS di menukung juga ada yang masuk dalam tim sukses. “Yang masuk struktur tim sukses pasangan calon, untuk anggota PPK nya 1 orang. Sementara yang PPS nya itu 4 orang,” bebernya.<br /><br />Pihaknya juga akan memintai sirat pernyataan dan klarifikasi terkait ini. Namun jika yang bersangkutan memang benar jadi tim sukses, silahkan membuat surat pernyataan pengunduran diri. <br /><br />“Pihak Panwas juga harus mengecek anggota PPL mereka. Siapa tau juga ada anggota tim sukses yang masuk anggota PPL,” sarannya.<br /><br />Di Belimbing juga terjadi hal yang sama, ketua PPK Kecamatan Belimbing, Hermanus mengatakan, untuk anggota PPK Belimbing juga ada 1 orang yang masuk jadi tim sukses. <br /><br />“PPS juga ada, namun belum saya hitung berapa banyak,” ucapnya.<br /><br />Anggota PPK dan PPK yang terlibat menjadi tim sukses pasangan calon tersebut belum diketahui dari pasangan calon siapa, yang jelas netralitas keanggota ini sudah dipertanyakan. Sehingga harus diselesaikan dengan memintai surat klarifikasi dan pernyataan.<br /><br />Ketua KPU Melawi, Julita, SH, menanggapi persoalan ini mengatakan. Pihaknya akan memintai keterangan pihak yang bersangkutan. Jika memang tidak terlibat sebagai tim sukses, maka harus membuat pernyataan dan membuat surat klarifikasi. <br /><br />“Jadi nantinya surat pernyataan dan klarifikasi itu disampaikan ke KPU dan Panwaslu. Namun jika memang mengakui terlibat, maka harus diberhentikan,” katanya.<br /><br />Lebih lanjut Julita mengakui, pihaknya juga baru mengathui hal itu dari ketua-ketua PPK setelah ketua PPK menerika struktur tim sukses pasangan calon kecamatan. <br /><br />“Sanksinya apabila benar-benar terlibat, maka diberhentikan,” tegasnya.<br /><br />Julita mengatakan, jangankan PPK dan Panwaslu, yang namanya terdaftar dalam partai saja, aturan sudah mengatakan tidak boleh terlibat dalam pengurus penyelengaraan pemilu. <br /><br />“Apalagi tim sukses, yang sudah jelas memperlihatkan keberpihakannya. Jadi kita inginkan itukan adalam anggota yang benar-benar netralitas dalam penyelenggaraan Pemilu Pilkada ini,” pungkasnya. (KN)</p>