Prajurit TNI Di Lebanon Patroli Bareng Tentara Perancis

oleh

Prajurit TNI di Lebanon berpatroli bareng dengan sejawatnya dari militer Perancis, di Lebanon Selatan, Kamis. Walau sifatnya latihan, namun pelaksanaan patroli tetap sesuai prosedur operasi sebenarnya. <p style="text-align: justify;">Secara resmi, personel TNI itu tergabung dalam Satuan Tugas Batalion Mekanis TNI Kontingen Garuda XXIII-G/UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) dan mitra Perancis-nya tergabung dalam pasukan FCR (Force Commander Reserve) UNIFIL dari Batalion Perancis (Francebatt). <br /><br />Adapun area patroli dan latihan mereka bertempat di sekitar AOR (Area of Responsibility) Indobatt, Lebanon Selatan, selama empat hari pada 13-16 Februari ini.<br /> <br />Sebelum patroli, Komandan Satuan Tugas Indobatt, Mayor Infantri Lucky Avianto, menekankan agar prajurit Indobatt dapat mengenalkan kepada Batalion Perancis mana daja area yang menjadi wilayah operasi Indobatt.<br /><br />"Tidak kalah penting selalu melakukan pendekatan dengan masyarakat sekitar," kata Avianto. Patroli yang juga melibatkan tentara Lebanon dilaksanakan dua tahap yakni berjalan kaki dan menggunakan kendaraan tempur. <br /><br />Laiknya operasi tempur, patroli diawali taklimat singkat, penentuan formasi patroli, rute yang akan dilalui, aspek administrasi, taktis, teknis, dan skenario cadangan yang akan ditempuh. "Juga apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," kata Avianto.<br /> <br />Salah satu hal menonjol adalah saat melintasi perbatasan (blue line) antara Lebanon dengan Israel yang juga menjadi salah satu obyek patroli, regu patroli dari Francebatt melihat bahwa Markas Indonesian Battalion UN Posn 7-1, di Adshid al-Qusayr, tetap berdiri.<br /><br />Bentuk kedekatan personel Indobatt dengan penduduk setempat dilihat personel Perancis saat banyak warga mempersilakan mereka masuk ke rumah-rumahnya sekedar singgah biasa. Seolah personel Indobatt bagian keluarga mereka sendiri. <strong>(das/antaranews.com)</strong></p>