Pramono :Pergantian Kabinet Harus Berdasarkan Kinerja

oleh

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Pramono Anung mengatakan wacana pergantian kabinet Indonesia Bersatu II harus menjadi momentum bagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk berani mengganti menteri yang tidak cakap, tak berprestasi dan memiliki masalah moral. <p style="text-align: justify;">Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Pramono Anung mengatakan wacana pergantian kabinet Indonesia Bersatu II harus menjadi momentum bagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk berani mengganti menteri yang tidak cakap, tak berprestasi dan memiliki masalah moral.<br /><br />"Soal pergantian kabinet tolok ukurnya soal kinerja saja. Jadi ini momentum bagi Presiden SBY untuk mengganti orang-orang yang tak mampu, tak memiliki prestasi dan punya masalah moral," kata Pramono.<br /><br />Lebih lanjut Pramono menjelaskan bahwa pergantian kabinet kali ini menjadi ujian bagi Presiden SBY. Pramono menegaskan Presiden SBY tinggal memiliki masa tugas tiga tahun yang harusnya lebih fokus untuk bekerja.<br /><br />"Semakin Pak SBY banyak konsultasi ke ketua-ketua parpol justru beliau semakin pusing, justru semakin tak jadi. Gunakan saja hak prerogratifnya itu berdasarkan kinerja, dan masalah moral." kata Pramono.<br /><br />Sementara Priyo Budi Santoso mengatakan untuk perggantian kabinet sebaiknya Presiden SBY membicarakan terlebih dahulu dengan Aburizal Bakrie apabila menyangkut menteri-menteri dari Partai Golkar.<br /><br />"Tapu kalau kali ini tak jadi reshufle, lebih baik tak usah saja," kata Pramono.(Eka/Ant)</p>