Prancis Akan Berinvestasi Di Sektor Peternakan Kalbar

oleh

Pengusaha Prancis akan berinvestasi di Kalimantan Barat di sektor peternakan yang dipusatkan di Kota Singkawang berupa penyiapan "grand parent stock" untuk induk ayam jenis unggul dengan target pasar lokal dan regional. <p style="text-align: justify;">"Kalbar dipilih karena dari segi investasi sangat aman, relatif aman dari penyakit, serta potensi pasar di tingkat lokal maupun regional sangat baik," kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalbar Abdul Manaf di Pontianak, Minggu.<br /><br />Menurut dia, GPS merupakan induk dari induk bibit ayam potong yang dikonsumsi masyarakat setiap hari.<br /><br />Ia menjelaskan, turunan dari GPS adalah parent stock (PS), dan turunan PS adalah final stock (FS) atau bibit ayam potong.<br /><br />"Jadi, GPS harus benar-benar ayam yang berkualitas dari berbagai hal serta memiliki standar kesehatan yang tinggi. Harganya pun sangat mahal karena dia menjadi ‘datuk’ ayam unggul, bukan induk lagi," kata Abdul Manaf yang beberapa waktu lalu menyaksikan langsung kondisi peternakan calon investor tersebut di Perancis.<br /><br />Selama ini, kata dia, Kalbar harus mendatangkan PS dari luar daerah terutama Pulau Jawa. Jenis GPS yang akan dikembangkan dari "hubbard" untuk ayam potong.<br /><br />Jenis itu dipilih karena ayamnya sangat disenangi peternak, pertumbuhannya pesat dan lebih tahan penyakit.<br /><br />Abdul Manaf melanjutkan, kebutuhan untuk PS di Kalbar berkisar antara 50 ribu hingga 100 ribu ekor pertahun.<br /><br />"Induk ayam inilah yang kemudian menghasilkan dua juta hingga tiga juta ekor day old chick (doc) per bulan untuk memenuhi kebutuhan ayam potong di Kalbar," ujar Abdul Manaf.<br /><br />Namun, ia menegaskan, meski yang akan berinvestasi itu perusahaan besar dari Perancis, Pemerintah Provinsi Kalbar tetap menerapkan aturan yang ketat.<br /><br />"Persyaratan untuk menjadi penghasil GPS sangat ketat. Selain tentunya kita juga ingin menjaga agar Kalbar tetap bebas dari penyakit flu burung," kata Abdul Manaf.<br /><br />Persyaratan di tingkat pabrikan misalnya peternakan harus bebas dari flu burung yang sifatnya kompartementasi atau menyeluruh. "Jalan masuk dan keluar juga harus berbeda, ada sistem pengendalian penyakit, serta suci dari hama," kata dia.<br /><br />Mengenai nilai investasi, ia belum mengetahui karena ada tahapan yang masih harus dilakukan oleh investor. Sedangkan untuk mitra di Singkawang, pihak Perancis menggandeng Sujaya Grup yang sudah bekerja sama sejak lama di sektor peternakan.<br /><br />Ia berharap, investasi tersebut dapat terwujud karena mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah banyak. <strong>(phs/Ant)</strong></p>