Priyo Salip Akbar, JK Ungguli ARB

Partai Golkar, sebagai salah satu calon peserta Pemilu 2014, jauh-jauh hari sudah jeli membaca peta keinginan masyarakat. Mereka menjalankan program andalannya yakni program UMKM. Dijalankannya program ini, membuat Partai berlambang Pohon Beringin ini mendapat simpati publik. <p style="text-align: justify;">Pemilihan isu ekonomi sebagai strategi untuk memikat pemilih pada Pemilu 2014 terbilang tepat. 32.61 persen publik menilai, agenda ekonomi adalah agenda penting yang harus segera ditangani, di samping agenda penegakkan hukum 36.26 persen. 62.8 persen publik menyatakan bahwa mereka tidak puas dengan kinerja pemerintahan SBY-Boediono di bidang eknomi.<br /><br />Dalam survei yang dilaksanakan lembaga penelitian Stasiun Cuaca Politik (Political Weather Station), elektabilitas Partai Golkar 19.71 persen. Disusul PDI Perjuangan 16.72 persen, Partai Gerindra 10.84 persen, Partai Demokrat 6.91 persen, Partai Nasdem 6.07 persen, PKS 4.95 persen, Partai Hanura 4.11 persen, PKB 3.55 persen, PAN 2.89 persen, PPP 2.33 persen, partai lainnya 1.02 persen, rahasia 7.26 persen, dan undecided voters (belum memutuskan) 13.64 persen.<br /><br />Dipilihnya Partai Golkar melalui program UMKMnya rupanya tidak berbanding lurus (linear) dengan tingkat keterpilihan (elektabilitas) dan popularitas Ketua Umum Partai Golkar yang juga sebagai calon presiden dari partai tersebut, Aburizal Bakrie (ARB). Berdasarkan temuan di lapangan terhadap tokoh-tokoh di Partai Golkar, elektabilitas Jusuf Kalla masih menempati posisi teratas dengan 22.14 persen. ARB hanya menempati urutan kedua dengan 16.35 persen. <br /><br />“Dan yang cukup mengagetkan adalah mencuatnya Priyo Budi Santoso ke posisi ketiga 12.24 persen. Priyo mengungguli seniornya di Partai Golkar seperti Akbar Tandjung 11.21 persen). Fadel Muhammad 9.81 persen. Agung Laksono 4.48 persen. Hajriyanto  Y Tohari 0.46 persen. Sharif Cicip Sutarjo 0.09 persen. Adapun responden yang menjawab rahasia 4.39 persen  dan undecided 18.83 persen,” urai Direktur Riset PWS Marsedes Marbun PhD, di Hotel Century, Jakarta, kemarin (21/10/12).<br /><br />Survei dilaksanakan di 33 provinsi di Indonesia ini dilaksanakan pada 15 September hingga 15 Oktober 2012. Jumlah sample 1070 responden. Dengan Margin Of error (MoE) ± 3%. Diperoleh melalui tehnik pencuplikan secara berjenjang (Multi Stage Random Sampling). Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tatap muka dengan pedoman kuesioner. <br /><br />Belum mampunya politikus yang biasa dipanggil Ical ini menaikkan elektabilitasnya disebabkan karena sejumlah isu yang masih melilitnya. Diantaranya, persoalan lumpur Lapindo, isu perusahaan Bakrie Group yang dikaitkan dengan persoalan pajak, konflik internal Partai Golkar maupun sentimen Jawa dan non Jawa.<br /><br />Pendapat serupa juga dikemukan Peneliti Utama Founding Fathers House (FFH), Dian Permata. Hasil monitoring atas pemberitaan FFH terhadap Ical, dari 207 kali kemunculan di media hanya 45 persen yang positif. Sedang negatifnya 22 persen. Netral 27 persen. Positif-Negatif 6 persen. Sebaliknya dari 107 kali pemberitaan Jusuf Kalla, yang bernuasa positif mencapai 73 persen. Negatif 5 persen. Netral 16 persen. Positif-Negatif 6 persen.<br /><br />“Posisi pemberitaan terhadap Priyo Budi Santoso lebih baik dibandingkan Ical. Dari 242 kali kemunculan di media, pemberitaan positif Priyo sebesar 52 persen. Negatif 13 persen. Netral 26 persen. Positif-Negatif 9 persen,” ungkapnya.<br /><br />Penelitian ini dilakukan terhadap analisa isi berita di 12 surat kabar nasional, 7 media online, dan 6 televisi. <br /><br />Jelang Rakornas Partai Golkar yang akan dilaksanakan 28 Oktober 2012, sebaiknya Partai Golkar dan ARB harus mencari formulasi tepat untuk menggaet pemilih. Soalnya pemilihan umum dan presiden kurang  20 bulan lagi. Pilihan strategi terhadap serangan udara dapat dipilih lantaran ARB memiliki media. Soalnya, serangan udara, terutama televisi mempunyai kekuatan, daya jangkau kuat, dan daya jelajah yang mumpuni  untuk menaklukan pilihan publik terhadap partai dan presiden idaman 2014.<br /><br /><strong>Tokoh Muda Merangsek</strong><br /><br />Dalam survei yang dilakukan PWS juga menunjukkan mulai naiknya elektabilitas figur tokoh muda Golkar Priyo Budi Santoso. Politikus yang sekarang menjabat sebagai Wakil Ketua DPR ini menyodok posisi ketiga dalam hal elektabilitas.<br /><br />Mencuatnya Priyo karena tingkat popularitasnya juga tinggi. Ia menduduki posisi ketiga dengan 80.37 persen, di bawah Jusuf Kalla 95.88 persen dan Ical 90.09 persen. Tingkat kemunculan Priyo di media bahkan paling tinggi dibanding tokoh Golkar lainnya. Hal ini disebabkan posisinya cukup siginifikan di DPR dan Partai Golkar.<br /><br />Tingkat kesukaan (Akseptabilitas) responden terhadap Priyo juga signifikan yakni 49.25. Ia hanya kalah dari Jusuf Kalla yang mencapai 70 persen. Sedangkan Ical hanya 45,6 persen. Akbar Tandjung 40.84 persen. Fadel Muhammad 35.6 persen. Agung Laksono 32.89 persen. Hajriyanto Y Tohari 23.64 persen. Syarif Cicip Sutarjo 19.71 persen. <strong>(phs/***/press release PWS)</strong></p>