Produksi Air Bersih Di Penajam Semakin Menurun

oleh

Produksi air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, semakin menurun, seiring kemarau panjang yang menyebabkan debit air sungai daerah setempat menyusut. <p style="text-align: justify;">"Debit air Sungai Lawe-lawe sebagai sumber air baku PDAM semakin menipis. Saat ini, volume air hanya mencapai 20 centimeter dari permukaan tanah, sehingga produksi air bersih juga menurun," kata Direktur PDAM Penajam Paser Utara Misdianto saat dihubungi di Penajam, Selasa.<br /><br />Ia menambahkan penurunan debit air Sungai Lawe-lawe mencapai 90 persen, sehingga air baku pada "water treatment plant" (WTP) Lawe-Lawe hingga September ini terus mengalami penurunan yang memengaruhi produksi air bersih.<br /><br />Pada hari biasa ketika tidak musim kemarau, debit air Sungai Lawe-lawe bisa mencapai dua meter dari permukaan tanah.<br /><br />"Surutnya volume air di Sungai Lawe-lawe itu mengakibatkan produksi air di WTP Lawe-lawe terus berkurang," katanya.<br /><br />"Produksi air bersih saat musim kemarau seperti saat ini hanya berkisar 30 liter per detik atau turun 50 persen dari biasanya," tambah Misdianto.<br /><br />Dengan ketinggian volume air yang hanya tersisa 20 centimeter tersebut, PDAM Penajam Paser Utara terpaksa mengubah jadwal operasi dari biasanya, menjadi tiga jam beroperasi dan satu jam dimatikan, sehingga pendistribusian air bersih ke pelanggan berkurang.<br /><br />"PDAM akan meminta bantuan perusahaan tambang di daerah hulu untuk mengatasi krisis air bersih akibat kemarau panjang itu," ujarnya.<br /><br />Ia berharap dalam waktu dekat akan turun hujan karena kondisi air di Sungai Lawe-lawe semakin kritis.<br /><br />"Kami prediksi persediaan air di WTP Lawe-lawe hanya memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat hingga satu bulan ke depan," ungkap Misdianto. (das/ant)</p>