Produksi Batu Bara Barut 1.211.653 Metrik Ton

oleh

Produksi batu bara di Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah, hingga Mei 2011 mencapai 1.211.653,88 metrik ton. <p style="text-align: justify;"><br />"Jumlah itu merupakan produksi 11 investor pemegang izin kuasa pertambangan (KP)," kata Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Barito Utara (Barut), Aswadin Noor di Muara Teweh, Senin.<br /><br />Ia menyebutkan produksi batu bara di kabupaten pedalaman Kalteng itu masih menghadapi kendala angkutan karena selama ini mengandalkan transportasi di Sungai Barito.<br /><br />Angkutan tambang batu bara sering terhenti akibat kedalaman Sungai Barito yang menurun hingga tidak bisa dilayari tongkang dan kapal besar.<br /><br />"Kalau debit air naik atau di atas normal, kapal tidak bisa melewati jembatan KH Hasan Basri Muara Teweh karena bisa tersangkut," katanya didampingi Kabid Pengawasan Tambang,Juni Rantetampang.<br /><br />Kendala alam ini membuat angkutan tambang batu bara melalui Sungai Barito tidak maksimal. Selain kendala alam, faktor lain adalah belum maksimalnya produksi batu bara sejumlah investor akibat perizinan.<br /><br />"Bahkan puluhan izin perusahaan tambang batu bara di kabupaten pedalaman di Sungai Barito ini dibatalkan karena harus menunggu perubahan peraturan daerah Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) Kalteng," katanya.<br /><br />Menurut dia, alasan pembatalan izin KP batu bara yang diterbitkan sejak Agustus 2007 hingga Mei 2008 itu karena harus menunggu pengesahan RTRWP yang hingga hampir pertengahan 2011 masih belum terealisasi.<br /><br />Pengesahan itu tertunda karena hasil rekomendasi tim terpadu pemerintah pusat tidak sesuai dengan kondisi luas kawasan hutan di Kalteng, sedangkan pemerintah provinsi keberatan hasil rekomendasi itu.<br /><br />"Kalau RTRWP sudah disahkan, perusahaan itu tetap mendapat prioritas untuk beroperasi kembali," katanya.<br /><br />Disamping itu, kata dia, operasional mereka juga terkendala izin pemanfaatan kawasan hutan dari Kementerian Kehutanan sehingga sejumlah investor menghentikan kegiatan untuk sementara.<br /><br />"Kami mengharapkan masalah izin dan jalan tambang ini bisa segera diatasi, sehingga pemanfaatan tambang batu bara di daerah ini lebih optimal," katanya.<br /><br />Meski mengalami sejumlah kendala, produksi batu bara pada periode Januari-Desember 2010 mencapai 2.036.892,83 metrik ton atau meningkat dibanding tahun sebelumnya 1.146.801 metrik ton. <strong>(phs/Ant)</strong></p>