Produksi Beras Kalteng Diperkirakan Surplus 278.360 Ton

oleh

Angka ramalan II/2015 dari Badan Pusat Statistik memperkirakan surplus beras di Kalimantan Tengah mencapai 278.360 ton. <p style="text-align: justify;">"Pada 2015, berdasarkan angka ramalan II BPS, diperkirakan surplus beras di Kalteng sebesar 278.360 ton," kata Penjabat Gubernur Kalteng Hadi Prabowo saat membuka peringatan Hari Pangan Sedunia ke-35 tingkat Provinsi Kalteng di Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, Rabu.<br /><br />Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah ini mengatakan sampai dengan 2015, kondisi ketahanan pangan di Kalteng cukup baik, khususnya kemampuan dalam memproduksi bahan pangan pokok berupa beras.<br /><br />"Hal ini juga ditandai dengan keberhasilan Kalteng mempertahankan surplus beras selama 12 tahun berturut-turut," katanya.<br /><br />Meski demikian, menurutnya keberhasilan tersebut belum diikuti dengan keberhasilan dalam produksi komuditas selain bahan pokok seperti palawija, sayuran, buah-buahan dan lainnya sehingga harus disuplai dari luar daerah seperti Pulau Jawa.<br /><br />"Sehingga masyarakat harus terus didorong untuk memaksimalkan sumberdaya yang ada untuk meningkatkan keragaman produksi pangan selain dari beras," katanya.<br /><br />Ia menambahkan, meskipun Kalteng diperkirakan surplus beras, namun ada banyak tantangan serta berbagai hal yang harus terus diwaspadai karena dapat mengancam kedaulatan pangan.<br /><br />"Misalnya perubahan iklim global yang memicu banjir, kekeringan bahkan kebakaran lahan yang menimbulkan kabut asap dan alih fungsi lahan subur untuk keperluan di luar pertanian pangan sehingga pada akhirnya dapat mengganggu produksi pangan," katanya.<br /><br />Kemudian, semakin meningkatnya permintaan bahan pangan untuk industri dan untuk konsumsi manusia seiring meningkatnya jumlah penduduk dunia.<br /><br />"Berbagai tantangan tersebut apabila tidak diantisipasi dengan baik maka dapat menimbulkan masalah pangan, stabilitas harga pangan serta ancaman timbulnya kasus kerawanan pangan di berbagai daerah, terutama daerah pedalaman dengan akses distribusi dan sumber daya yang terbatas," katanya. (das/ant)</p>