Produksi Beras Kotawaringin Timur Ditargetkan 32.286 Ton

oleh

Produksi beras Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, ditargetkan 32.286 ton pada 2012. <p style="text-align: justify;">"Untuk mencapai target tersebut areal tanam padi harus diperluas agar hasil panen dapat lebih maksimal," kata Sekretaris Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kotim Mawardi di Sampit, Kamis.<br /><br />Target produksi beras 2012 akan bisa tercapai apabila didukung oleh iklim yang baik dan luas tanam padi sesuai harapan.<br /><br />Luasan lahan potensial yang ada di Kabupaten Kotim saat ini ada 42.000 hektare dan diharapkan dari jumlah tersebut 20 ribu hektare diantaranya bisa tertanami padi.<br /><br />Dengan realisasi panen 95 persen dari luas tanam dan produktivitas mencapai 26,82 kwintal per hektare.<br /><br />Produksi beras pada 2011 ditargetkan sebanyak 32.147 ton dan dari jumlah tersebut hanya 29.664 ton saja yang mampu terpenuhi atau devisit sebanyak 29.770 ton, tidak tercapai target tersebut karena terkendala beberapa hal.<br /><br />Pada musim tanam Oktober-Maret (Okmar) 2010/2011 sebagian besar tanaman padi yang baru tanam dilanda banjir dan pada musim tanam April-September 2011 tanaman padi di landa kekeringan sehingga mengakibatkan gagal panen.<br /><br />Meski target produksi beras pada 2011 tidak tercapai, namun pada 2012 target itu tetap dinaikan dengan asumsi jumlah luasan sawah yang siap tanam lebih luas dibandingkan tahun sebelumnya, selain itu iklim atau cuaca juga diperkiran tidak mengalami perubahan.<br /><br />Menurut Mawardi, sepanjang 2011 dari 42 ribu hektare lahan potensial hanya 12.000 hektare sawah yang berhasil panen dengan prosuksi beras sebanyak 48 ribu ton.<br /><br />Kondisi itu mengakibatkan Kabupaten Kotim sepanjang 2011 mengalami kekurangan beras sebanyak 29.770 ton lebih.<br /><br />Untuk memenuhi atau menutupi kekurangan beras tersebut jumlah luasan panen harus ditingkatkan dari 12.000 hektare minimal menjadi 20.000 hektare.<br /><br /&gt;"Dari segi teknis Kabupaten masih kekurangan beras, namun apabila dilihat dari segi ketahanan pangan cukup karena kekurangan yang ada ditutupi dengan mendatangkan beras dari luar daerah," katanya.<br /><br />Produksi padi petani lokal tidak mampu mencukupi kebutuhan dalam daerah sehingga untuk menutupi kekurangan tersebut terpaksa harus didatangkan dari daerah lain, namun dengan diperluasnya areal tanam padi diharapkan mampu mengurangi kekurangan tersebut.<br /><br />Ada beberapa faktor yang masih menjadi kendala utama sehingga produksi padi lokal di Kotim tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.<br /><br />Faktor pertama adalah beberapa wilayah yang menjadi andalan sentra produksi beras terutama di wilayah selatan Kabupaten Kotim seperti Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Teluk Sampit, Mentaya Hilir Utara dan Pulau Hanaut tidak mampu memproduksi padi yang maksimal.<br /><br />Kemudian jumlah petani yang menanam padi masih sedikit serta luasan areal lahan pertanian di Kabupaten Kotim juga masih kurang.<br /><br />"Laju pertambahan penduduk Kabupaten Kotim mencapai 4 persen per tahun dan lanjunya pertambahan penduduk itu tidak sebanding dengan jumlah produksi beras," terangnya.<br /><br />Produksi beras Kabupaten Kotim dalam satu tahun hanya naik 5 persen, sementara jumlah penduduk naik hingga 4 persen, sehingga jumlah produksi padi masih kurang 29.770 ton. <strong>(das/ant)</strong></p>