Produksi Jagung Babel Turun 402 Ton

oleh

Produksi jagung pipilan kering di Provinsi Bangka Belitung berdasarkan angka sementara 2010 tercatat 1.001 ton atau turun 402 ton dibandingkan produksi 2009. <p style="text-align: justify;">Produksi jagung pipilan kering di Provinsi Bangka Belitung berdasarkan angka sementara 2010 tercatat 1.001 ton atau turun 402 ton dibandingkan produksi 2009. <br /><br />"Berdasarkan hasil angka sementara 2010, produksi jagung turun 28,65 persen dibandingkan produksi 2009 karena penurunan luas panen 34 hektare atau 29,26 persen dari luas pertanian jagung tahun sebelumnya," ujar Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Babel Yomin Tofri di Pangkalpinang, Rabu. <br /><br />Ia menjelaskan, penurunan produksi jagung pipilan kering 2010 sebesar 402 ton (28,65 persen) terjadi pada setiap subround. <br /><br />Penurunan produksi jagung pada subround Januari hingga April turun sebesar 30 ton atau 6,15 persen, subround Mei hingga Agustus turun sebesar 149 ton atau 30,69 persen, subround September hingga Desember sebesar 223 ton atau 52,51 persen. <br /><br />"Diperkirakan produksi jagung pipilan kering 2010 sebesar 1.001 ton atau turun sebesar 402 ton (28,65 persen) dibandingkan produksi jagung 2009 (year on year)," ujarnya. <br /><br />Ia mengatakan, berdasarkan hasil penghitungan Angka Ramalan I (ARAM I), produksi jagung 2011 diperkirakan mencapai 1.371 ton pipilan kering atau naik sebesar 369 ton (36,90 persen dibandingkan produksi jagung 2010. <br /><br />"Kenaikan produksi jagung tersebut karena peningkatan luas panen 116 hektare atau naik 35,80 persen dan peningkatan produktivitas sebesar 0,25 kuintal per hektare atau naik 0,81 persen," ujarnya. <br /><br />Ia menjelaskan, kenaikan produksi jagung 2011 sebesar 370 ton atau 36,90 persen terjadi pada semua subround. <br /><br />"Pada subround Januari hingga April naik 39 ton atau naik 8,38 persen, subround Mei hingga Agustus naik sebesar 292 ton atau naik 86,81 persen dan subround September hingga Desember naik sebesar 39 ton atau naik 19,16 persen dibandingkan produksi pada subround yang sama tahun 2010 (year on year)," ujarnya. <br /><br />Ia mengatakan, pola panen jagung 2010 relatif berbeda dibandingkan pola panen tahun sebelumnya. Puncak panen jagung 2008 dan 2009 terjadi pada April, sementara 2010 panen tertinggi terjadi pada Januari, sedangkan panen bulan-bulan seterusnya cenderung menurun. <br /><br />"Perbedaan pola panen jagung 2010 dari tahun sebelumnya karena perubahan cuaca hujan dan angin kencang yang menyebabkan pergeseran pola panen petani yang tersebar di kabupaten dan kota Provinsi Bangka Belitung," ujarnya. (Eka/Ant) <br /><br /></p>