Berdasarkan angka ramalan II yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS), produksi jagung di Provinsi Kalimantan Timur akhir 2011 diperkirakan turun 511 ton pipilan kering, atau minus 4,48 persen. <p style="text-align: justify;">"Pada 2010 Kaltim mampu memproduksi sebanyak 11.994 ton jagung pipilan kering, sedangkan berdasarkan angka ramalan II, hingga akhir 2011 hanya mampu memproduksi 11.483 ton," ujar Kepala BPS Kaltim Johny Anwar di Samarinda, Rabu.<br /><br />Penurunan terjadi hampir di semua daerah, namun yang paling besar terjadi di Kabupaten Kutai Timur, Malinau, Nunukan, dan Kota Balikpapan.<br /><br />Penurunan produksi jagung terjadi karena menurunnya produktivitas, sedangkan luas penennya justru bertambah. Pada 2010 luas panen jagung mencapai 4.693 hektare, sedangkan pada 2011 luas panen menjadi 4.704 hektare.<br /><br />Sementara produktivitas jagung pipilan kering pada 2010 mencapai 25,56 kuintal per hektare, sedangkan hingga akhir 2011 diperkirakan hanya sebesar 24,41 kuintal per hektare atau minus 4,48 persen.<br /><br />Dalam beberapa tahun terakhir produksi jagung di Kaltim terus mengalami penurunan, misalnya pada 2009 mampu memproduksi sebanyak 12.520 ton pipilan kering, 2010 turun menjadi 11.994, dan pada 2011 turun lagi menjadi 11.483 ton.<br /><br />Menurutnya, pola panen jagung pada 2011 diperkirakan agak berbeda dengan pola panen pada tahun-tahun sebelumnya (2009-2010), karena pada dua tahun itu puncak panen terjadi pada September-Desember.<br /><br />Di sisi lain, BPS juga meramalkan bahwa produksi kedelai di Kaltim justru mengalami kenaikan, yakni dari sebesar 2.201 ton kedelai pada 2010, naik menjadi 2.680 ton pada 2011, atau naik sebesar 21,73 persen.<br /><br />Peningkatan produksi kedelai pada 2011 terjadi karena meningkatnya luas panen yang mencapai 412 hektare (24,54 persen). Sedangkan peningkatan terbesar terjadi diperkirakan di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Bulungan. <strong>(phs/Ant)</strong></p>














