Produksi Padi Kalbar 2013 Meningkat 16,50 Persen

oleh

Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat mencatat produksi padi di provinsi itu berdasarkan angka ramalan II (Aram II) tahun 2013 naik sebesar 16,50 persen dari produksi padi tahun 2012 sebesar 1,30 juta ton GKG (gabah kering giling) menjadi 1,51 juta ton GKG. <p style="text-align: justify;">"Peningkatan produksi padi diperkirakan karena peningkatan luas panen sebesar 11,96 persen, dari 427.798 hektare menjadi 478.943 hektare," kata Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Kalbar Edi Rahman Asmara di Pontianak, Selasa.<br /><br />Ia menjelaskan, produksi padi dari sawah merupakan yang terbesar yakni sebesar 84,21 persen, sisanya dari padi ladang sebesar 15,79 persen.<br /><br />"Dari perhitungan Aram II tahun 2013, kontribusi produksi padi sawah akan meningkat lagi menjadi 88,67 persen, sisanya 11,33 persen dari padi ladang," ungkap Edi.<br /><br />Data BPS Kalbar mencatat, berdasarkan Aram II tahun 2013 produksi padi tertinggi di Provinsi Kalimantan Selatan sebanyak 1,99 juta ton GKG atau 40,86 persen, disusul Kalbar 1,51 juta ton GKG atau 31,09 persen, Kalimantan Tengah  793.576 ton GKG atau 16,29 persen, dan Kalimantan Timur sebanyak 573.382 ton GKG atau 11,77 persen.<br /><br />Adapun sentra-sentra produksi padi di Kalbar, di antaranya Kabupaten Sambas, Kabupaten Pontianak, Kubu Raya atau menyebar di 14 kabupaten/kota.<br /><br />Jumala (55) salah seorang petani padi di Desa Pipit Teja, Kecamatan Teluk Keramat, Kabupaten Sambas, memperkirakan, produksi padinya tahun ini akan meningkat di banding tahun sebelumnya.<br /><br />"Saya menanam padi umur tujuh bulan dengan luas sekitar setengah hektare, yang akan panen dua bulan mendatang," ujar ibu lima anak tersebut.<br /><br />Jumala menyatakan, biasanya dengan luas setengah hektare tersebut dia memproleh sebanyak satu ton padi GKG. "Mudah-mudahan hasil panen padi saya tahun ini meningkat dari sebelumnya, kalau melihat dari suburnya tanaman padi kami," katanya.<strong> (das/ant)</strong></p>