Produksi Padi Kaltim Naik 2,79 Persen

oleh

Produksi padi di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) hingga akhir 2012 diperkirakan mengalami kenaikan sebesar 2,79 persen, yakni dari 552,6 ribu ton Gabah Kering Giling (GKG) pada 2011, naik menjadi 568 ribu ton GKG pada akhir 2012. <p style="text-align: justify;">"Perhitungan ini kami peroleh berdasarkan angka ramalan (Aram) II 2012. Berdasarkan angka tersebut, maka produksi padi Kaltim 2012 mengalami kenaikan sebanyak 15,4 ribu ton GKG," ujar Kepala Bidang Integrasi, Pengolahan dan Diseminasi Statistik (IPDS) Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, Achmad Zaini di Samarinda, Senin (05/11/2012).<br /><br />Peningkatan produksi padi terjadi karena bertambahnya luas panen sebesar 2,81 persen atau luas panennya bertambah 3,9 ribu hektare (ha), dengan peningkatan terbesar terjadi di dua kabupaten, yakni Bulungan dan Berau.<br /><br />Peningkatan padi di dua kabupaten itu karena program pengembangan kawasan tanaman padi (rice estate) yang dicanangkan oleh pemerintah pusat, sebagian sudah menghasilkan atau sudah dilakukan panen padi.<br /><br />Peningkatan padi yang sebesar 15,4 ribu ton GKG itu terjadi pada periode tanam (subround) Mei – Agustus yang mencapai 3,2 ribu ton GKG atau sebanyak 3,48 persen.<br /><br />Kemudian subround September – Desember sebesar 13,8 ribu ton atau sebesar 16,39 persen. Angka persentase peningkatan ini muncul karena dibandingkan dengan periode yang sama pada 2011 (year on year).<br /><br />Sedangkan pada subround Januari – April, justru produksinya mengalami penurunan ketimbang periode yang sama tahun sebelumnya, yakni minus 1,6 ribu ton GKG atau minus 4,6 persen.<br /><br />Menurutnya, angka ramalan II tersebut masih memungkinkan untuk dilakukan perubahan atau revisi, sampai akhirnya ditetapkan angka ramalam tetap oleh BPS Kaltim. Seperti produksi padi pada 2011 yang sudah dinyatakan tetap sebesar 552,6 ribu ton GKG.<br /><br />Dia juga mengatakan bahwa pola panen padi 2012 masih sama dengan pola panen 2011, namun sedikit berbeda dengan pola panen pada 2010, terutama pada subround September – Desember.<br /><br />Sedangkan pola panen pada subround Januari – April dan Mei-Agustus, sama dengan pola panen di tahun sebelumnya. Persamaan dan perbedaan pola panen ini terjadi karena dipengaruhi beberapa hal, di antaranya adalah pengaruh perubahan cuaca. <strong>(phs/Ant)</strong></p>