Produksi Padi Kubu Raya Aman Dari Kekeringan

oleh

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kubu Raya, Gandhi Setyagraha mengatakan bencana asap yang terjadi beberapa waktu lalu tidak akan mempengaruhi produksi pertanian di kabupaten itu. <p style="text-align: justify;">"Memang pada saat bencana asap yang terjadi beberapa waktu lalu berpengaruh pada iklim di Kubu Raya, karena saat itu bersamaan terjadi elnino. Namun, kita pastikan hal itu tidak akan mempengaruhi produksi pertanian Kubu Raya," kata Gandhi di Sungai Raya, Selasa.<br /><br />Ia menjelaskan, pada bulan Agustus sampai September lalu, curah hujan di Kubu Raya memang kurang, bahkan terjadi kekeringan pada lahan pertanian masyarakat. Namun, saat itu juga sebagian besar petani sudah panen pada musim gadu dan saat ini petani akan melakukan masa tanam rendegan.<br /><br />Untuk mengantisipasi kekeringan, kata Gandhi, pihaknya saat itu telah mendistribusikan bantuan berupa 75 pompa air kepada petani, untuk mengairi lahan mereka, sekaligus untuk melakukan pemadaman api, pada lahan yang terbakar.<br /><br />"Saat itu juga kita telah melakukan sosialisasi kepada petani melalui PPL untuk tidak membakar lahan, meski tidak bisa kita pungkiri masih saja ada petani yang melakukan pembakaran lahan, namun jumlahnya sedikit," tuturnya.<br /><br />Gandhi mengatakan, pihaknya sangat bersyukur karena sejak awal Oktober lalu, sebagian wilayah Kubu Raya sudah memasuki musim penghujan, sehingga dalam waktu dekat pihaknya akan memprogramkan musim tanam rendengan secara serempak.<br /><br />"Kenapa kita lakukan secara serempak, hal itu untuk mengantisipasi serangan hama pada titik tertentu. Karena kalau dilakukan secara versama, untuk penanaman, padi, kalaupun terserang hama seperti pipit atau keong emas, itu tidak akan terlalu parah, namun hal itu tetap kita anstisipasi," tuturnya.<br /><br />Mantan Kepala Bappeda Kubu Raya itu menambahkan, dari hasil panen musim tanam gadu beberapa waktu lalu, berdasarkan hasil perhitungan sementara yang dilakukan pihaknya, setiap hektar lahan yang ada bisa menghasilkan padi sebesar lima sampai tujuh ton.<br /><br />"Kita masih melakukan perhitungan berapa produksi padi kita pada musim gadu kemarin, dimana perhitungan itu kita lakukan bersama BPS Kalbar. Namun, sekali lagi saya pastikan untuk produksi padi kita pada musim gadu kemarin tidak ada kendala," katanya. (das/ant)</p>