Produksi Padi Landak 3,6 Ton Per Hektare

oleh
oleh

Produksi padi di Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat mencapai 3,6 ton per haktare, kata Asisten Administrasi Keuangan dan Aset Sekretariat Daerah Landak Vinsentius Jian. <p style="text-align: justify;">"Keberhasilan pembangunan di Landak tentunya tidak terlepas dari jerih payah para penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan Gapoktan khususnya di bidang pembangunan pertanian. Transfer teknologi memang sudah begitu maju dan tepat. Tapi perlu kita ketahui bersama bahwa keberadaan para penyuluh masih sangat diperlukan di dalam membimbing dan mendampingi para petani," katanya saat membuka pelatihan pemandu lapangan padi dan jagung, Kamis.<br /><br />Menurut dia, produktivitas padi sawah di Landak menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) saat ini baru mencapai 3,6 ton per hektare.<br /><br />"Sehingga masih jauh dari rata-rata produktivitas nasional sebesar 5 ton per hektare," katanya.<br /><br />"Untuk di Landak tentunya masih bisa kita tingkatkan produktivitas ini. Bahkan, mungkin bisa di atas 5 ton per hektare asalkan penyerapan teknologi bisa dilakukan secara tepat dan serius," kata Vinsentius Jian.<br /><br />Ia mengatakan, potensi lahan yang dimiliki Landak untuk saat ini sebesar 73.346 hektare.<br /><br />Namun lahan yang diusahakan baru mencapai 548 hektare. Artinya baru mencapai 79,82 persen. Sedangkan sisanya sebesar 20,18 persen belum diusahakan.<br /><br />Ia mengakui memang banyak berbagai persoalan didalam meningkatkan produktivitas pertanian di Landak ini.<br /><br />Di antaranya yaitu tingkat produktivitas yang masih rendah, penyerapan teknologi oleh para petani masih kurang, pendampingan atau bimbingan oleh para PPL belum maksimal.<br /><br />"Nah… dengan adanya permasalahan itu kita tentunya perlu meningkatkan tugas dan tanggungjawab kita dalam pelaksanaan tugas kita sehari-hari," demikian Vinsentius Jian. <strong>(phs/Ant)</strong></p>