Produksi Sawit Kaltim Terus Meningkat

oleh

Produksi kelapa sawit di Peovinsi Kaltim dan Kaltara terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, baik berupa tandan buah segar (TBS) maupun berupa minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO). <p style="text-align: justify;">"Luas lahan sawit pada 2008 mencapai 409.564 hektare (ha) yang menghasilkan 1,6 juta ton TBS dan 366.149 ton CPO. Lima tahun kemudian, atau pada 2013 dengan luas lahan dua kali lipat atau 1 juta ha, produksi TBS meningkat drastis menjadi 6,5 juta ton dan CPO 1,4 juta ton," ujar Kepala Dinas Perkebunan Kaltim Hj Etnawati Usman di Samarinda, Senin.<br /><br />Etnawati yang didampingi Kepala Bidang Produksi, Sukardi mengatakan bahwa perolehan produksi yang terjadi lompatan besar tersebut menggambarkan bahwa perkebunan sawit di Kaltim terus mengalami perkembangan.<br /><br />Ia mengatakan, produksi TBS dan CPO yang lumayan besar itu sebenarnya belum maksimal karena ada beberapa hal yang mempengaruhi.<br /><br />Penyebab utamanya, menurut dia, adalah baru sekitar 50 persen pohon sawit yang ada di Kaltim masih merupakan kelapa sawit muda yang bersifat non-produktif. Pohon sawit yang masih muda tersebut secara normal baru bisa dipanen dua tahun mendatang atau pada 2016.<br /><br />Dia mengatakan, meskipun sawit di Kaltim memiliki keunggulan, tetapi produksi komoditas tersebut masih belum berbentuk hilirisasi produk sehingga diharapkan peran swasta berupa investasi pengolahan atau industri sawit guna meningkatkan nilai jual.<br /><br />Penyebab lainnya yang mempengaruhi belum maksimalnya kelapa sawit di Kaltim, kata dia, adalah karena masih maraknya aktivitas pertambangan batu bara, karena masih banyak yang menganggap bahwa batu bara lebih prospektif secara ekonomi.<br /><br />Saat ini, katanya, pertambangan masih giat-giatnya memproduksi, sedangkan perkebunan kelapa sawit akan lebih mudah meningkatkan lahan maupun produksi secara signifikan ketika aktivitas pertambangan mulai berkurang.<br /><br />Dia mengatakan, harapan adanya investor yang berminat menggarap industri hilir sawit, karena sawit bukan hanya bisa diolah menjadi minyak makan, tetapi juga bisa diolah menjadi kosmetik atau bahan kecantikan, margarin, bahan baku pembuatan alkohol, es krim swit, dan lainnya.<strong> (das/ant)</strong></p>