Produktivitas Padi Turun Hingga 70 Persen

oleh

Produktivitas padi di wilayah Kecamatan Kurau dan Bumi Makmur Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan turun hingga 70 persen, bahkan lebih lagi pada musim panen tahun ini. <p style="text-align: justify;">Ipul (47), petani dari Kurau dan Jani (57), petani Bumi Makmur (sekitar 40 kilometer timur Banjarmasin) mengungkapkan itu dalam percakapan dengan Antara Kalsel saat berkunjung daerah tersebut, Minggu.<br /><br />Oleh sebab itu, tuturnya, petani tidak bisa membayar sewa lahan sawah sesuai perjanjian, yaitu dua blek (kaleng-isi 20 liter) gabah kering panen (gkp) per borong (10 depa X 10 depa).<br /><br /> "Karena hasil tanam jauh menurun dibandingkan panen tahun lalu, sehingga kami hanya bisa bayar sewa lahan sawah satu blek padi per borong," kata Jani yang memiliki enam anak dan empat cucu itu.<br /><br />Ia menerangkan, menurunnya produktivitas tersebut karena terlambat panen atau lebih dulu datang kekeringan selagi tanaman padi baru mengurai atau menampakkan bunga dan bahkan masih bunting.<br /><br />"Jika kami panen sekitar dua bulan lalu, mungkin produktivitas tak akan mengalami penurunan, dan bahkan bisa meningkat, karena pertumbuhan tanaman padi cukup baik," ujar Jani.<br /><br />Sementara Ipul menambahkan, ada petani di Kurau yang sebelumnya bisa mendapatkan padi 400 blik, tapi pada musim panen tahun ini hanya sekitar 100 blik, berarti mengalani penurunan sampai 75 persen.<br /><br />Kemudian ada pula biasa mendapatkan padi lebih dari 10 blik/borong, pada musim panen tahun ini hanya menghasilkan satu blik/borong, ungkap ayah dari dua anak tersebut.<br /><br /> "Tapi berapapun hasilnya tetap kita syukuri. Semoga hasil panen tahun depan lebih baik," kata Ipul. (das/ant)</p>