Home / Tak Berkategori

Program Penambahan 20 MW PLN Kalbar Ditunda

- Jurnalis

Rabu, 14 Desember 2011 - 03:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Realisasi penambahan kapasitas mesin pembangkit sebesar 20 Mega Watt (MW) oleh PLN Wilayah Kalimantan Barat ditunda hingga triwulan I tahun 2012 karena masalah teknis. <p style="text-align: justify;">Menurut Manajer Teknik PLN Wilayah Kalbar, Andreas Heru Sumaryanto di Pontianak, Selasa, jadwal semula program penambahan mesin pembangkit dengan sistem sewa itu rencana mulai masuk sistem pada tahun ini.<br /><br />"Masih ada beberapa kekurangan yang perlu disiapkan agar mesin dapat beroperasi," kata Andreas Heru.<br /><br />Ia melanjutkan, mesin pembangkit tersebut juga sudah cukup lama di Batam, Kepri, sebelum dikirim ke Pontianak.<br /><br />Ia berharap, dengan masuknya mesin pembangkit tersebut untuk mendukung keandalan sistem.<br /><br />"Kalau sudah operasional, nanti PLTG dapat tidak digunakan, melainkan menjadi pendukung di sistem tersebut," kata Andreas Heru Sumaryanto, menjelaskan.<br /><br />Saat ini, Sistem Khatulistiwa meliputi Kota Pontianak dan sekitarnya, Kota Mempawah, Singkawang hingga sebagian Sambas, serta Ngabang.<br /><br />Beban puncak di penyulang tersebut mencapai 198 MW, sedangkan kapasitas mesin sebelum pemeliharaan mesin 211 MW.<br /><br />Mesin pembangkit terbesar yang dimiliki PLN adalah PLTG dengan kapasitas 30 MW. Letaknya di PLN Sektor Kapuas, Siantan, Kota Pontianak.<br /><br />PLN Wilayah Kalbar akan menggunakan elpiji sebagai bahan bakar PLTG guna menekan biaya operasional. Untuk saat ini, biaya produksi PLTG di Sektor Siantan rata-rata mencapai Rp2.800 per kilo watt hours. Ia memperkirakan biaya produksi PLTG tersebut akan berkurang menjadi Rp1.300 per KWH.<br /><br />PLN Wilayah Kalbar juga akan menambah mesin pembangkit di PLN Singkawang dengan kapasitas 15 MW. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Berita Terkait

Jelang Ramadan, DPRD Melawi Minta Pengawasan Ketat Harga Sembako dan LPG
Ribuan Warga Meriahkan Pawai Obor Sambut Ramadan 1447 Hijriah di Melawi
Lembaga Adat Segel Tambang Diduga Ilegal Milik PT GUM, DAD Belitang Hulu Minta Aktivitas Dihentikan
Diduga Lakukan Penambangan Galian C Tanpa Izin, PT GUM Tuai Sorotan Tokoh Masyarakat Belitang Hulu
Politisi Partai Gerindra Tekankan CSR Tak Lagi Seremonial, Harus Fokus Pemulihan Lingkungan dan Pemberdayaan SDM
Aksi Bersih Serentak di Tiga Titik, Melawi Gaspol Sambut HPSN 2026 dan Ramadan
Bupati Tekankan Komitmen dan Eksekusi Program “11.12 GASPOL” pada Forum RKPD Barito Utara 2027
Kadis Kominfo dan Persandian Bulungan Hadiri Musrenbang

Berita Terkait

Selasa, 17 Februari 2026 - 08:39 WIB

Jelang Ramadan, DPRD Melawi Minta Pengawasan Ketat Harga Sembako dan LPG

Senin, 16 Februari 2026 - 21:23 WIB

Ribuan Warga Meriahkan Pawai Obor Sambut Ramadan 1447 Hijriah di Melawi

Senin, 16 Februari 2026 - 16:56 WIB

Lembaga Adat Segel Tambang Diduga Ilegal Milik PT GUM, DAD Belitang Hulu Minta Aktivitas Dihentikan

Minggu, 15 Februari 2026 - 21:03 WIB

Diduga Lakukan Penambangan Galian C Tanpa Izin, PT GUM Tuai Sorotan Tokoh Masyarakat Belitang Hulu

Minggu, 15 Februari 2026 - 18:44 WIB

Politisi Partai Gerindra Tekankan CSR Tak Lagi Seremonial, Harus Fokus Pemulihan Lingkungan dan Pemberdayaan SDM

Berita Terbaru