Program Percepatan Transmigrasi Mesti Serius Dijalankan

oleh

Anggota Sarjana Pendamping Desa Kabupaten Kubu Raya mengharapkan program percepatan transmigrasi bagi korban Merapi yang dicetuskan Pemerintah Kubu Raya dapat dijalankan dengan fokus dan sepenuh hati. <p style="text-align: justify;">"Program percepatan transmigrasi untuk korban merapi di Jawa Tengah tidak boleh setengah hati. Itu memang tugas berat. Tetapi mulia, Pemkab sudah melakukannya," kata Anggota SPD Kubu Raya, Musa di Sungai Raya, Sabtu (18/12/2010).<br /><br />Ia mengatakan Rubu Raya dengan motto "terdepan dan berkualitas" harus bangkit dan mengukir prestasinya. <br /><br />Pembuktian solusi kongkrit dengan tampilnya Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan dalam mengambil bagian menyelesaikan musibah Merapi adalah jalan tepat. <br /><br />"Hanya saja program transmigrasi warga Yogyakarta ke Kubu Raya perlu adanya tindak lanjut yang diperlukan oleh pemerintah terutama dalam rangka penyediaan dan pengadaan Tenaga Kerja Pemuda Mandiri Profesional (TKPMP)," katanya. <br /><br />Musa menambahkan dalam memberikan pendampingan secara utuh dan menyeluruh, masyarakat transmigrasi akan diarahkan menjadi lebih kreatif dan mandiri mengelola lahan pertanian dan ekonomi. <br /><br />Karena itu warga transmigrasi harus didampingi khususnya warga atau para organisasi pemuda setempat yang sudah sukses. <br /><br />Ia menambahkan ukuran keberhasilan program transmigrasi sering dilihat dari tingkat kesejahteraan masyarakat di kawasan pembangunan daerahnya. <br /><br />Oleh karena itu, upaya pemberdayaan warga mutlak dilakukan. Misalnya pemberdayaan meliputi aspek sosial, ekonomi untuk menciptakan kondisi masyarakat yang tidak cenderung bergantung pada pemberian bantuan pemerintah. <br /><br />"Namun mempunyai motivasi kuat untuk berkembang dan terdorong mandiri," ujarnya. <br /><br />Musa menerangkan pemberdayaan itu sendiri bermakna memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat mengembangkan potensi dirinya. <br /><br />Meski diberikan paket-paket bantuan pada awal penempatan, upaya pemberdayaan masyarakat tetap harus dilakukan. "Ini karena kondisi masyarakat transmigran pada umumnya sangat marginal, baik dari aspek pengetahuan, keterampilan maupun modal usaha," katanya. <br /><br />Sehingga pada tahap awal pemberdayaan masyarakat diperlukan pendampingan berupa dukungan/bantuan dari tenaga pendamping. Apalagi kenyataannya, pada lokasi transmigrasi umumnya kekurangan tenaga pembina. <br /><br />Dia mengatakan, program penyediaan dan pendayagunaan TKPMP transmigrasi diharapkan berperan sebagai pengembang masyarakat. <br /><br />Dalam menjalankan perannya, para TKPMP transmigrasi tidak hanya harus mempunyai kemampuan teknis. Namun juga memiliki kemampuan berkomunikasi dengan masyarakat. <br /><br />"Itu supaya mereka mampu memotivasi dan menciptakan kepercayaan masyarakat," kata Musa. <strong>(phs/Ant)</strong></p>